Calhaj Gagal Berangkat ke Tanah Suci Dapat Prioritas 2 Tahun

Calon haji berkursi roda di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (5/8 - 2019). (Solopos/Candra Mantovani)
06 Agustus 2019 11:20 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Solo memberangkatkan sebanyak 34.756 calon haji (calhaj) hingga kloter terakhir yakni 97, Senin (5/8/2019). Sementara itu, sebanyak 16 calhaj Embarkasi Solo gagal diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ini.

Kasubag Penerangan Humas dan Protokol Asrama Haji Donohudan, Agus Widakdo, mengatakan sejak kloter pertama, pihaknya memulangkan sebanyak 16 calhaj lantaran berbagai alasan. Alasan didominasi oleh keadaan calhaj yang sakit. Perinciannya tiga pendamping, dua calhaj hamil, dan 11 calhaj sakit.

“Kami memutuskan memulangkan calhaj karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah haji. Rata-rata diisi oleh calhaj yang sakit dan sedang hamil. Rata-rata yang dipulangkan adalah lansia dengan penyakit stroke, TBC, demensia, dan lain-lain. Dinyatakan belum layak sampai hari keberangkatan,” terang dia kepada wartawan di ruangannya.

Terkait nasib ke-16 calhaj yang dipulangkan, Agus menjelaskan mereka akan diprioritaskan untuk diberangkatkan pada tahun berikutnya. Namun, hal tersebut dilakukan dengan catatan apabila kondisi kesehatan calhaj tersebut sudah dinyatakan layak.

“Yang dipulangkan akan jadi prioritas diberangkatkan di tahun berikutnya. Tentu ketika jemaah tersebut dinyatakan sehat dan layak. Kami beri kesempatan selama dua tahun berturut-turut,” imbuh Agus Widakdo.

Selain 16 calhaj yang dipulangkan, PPIH Solo mengklaim angka calhaj yang dirujuk dirumah sakit mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 56 persen.

Di tahun 2018, terdapat 125 calhaj yang dirujuk ke rumah sakit dengan rincian calhaj pria sebanyak 52 orang dan calhaj perempuan sebanyak 73 orang. Sedangkan pada tahun 2019 hanya terdapat 55 calhaj yang dirujuk ke rumah sakit.

“Tahun ini ada 55 orang jemaah yang dirujuk untuk mendapat perawatan di rumah sakit. 25 orang pria dan 30 orang perempuan. Alhamdulillah angkanya turun drastis dibandingkan sebelumnya. Angka jemaah yang meninggal juga turun drastis dibandingkan sebelumnya karena kami menerapkan screening kesehatan yang ketat,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Farhani, mengatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 merupakan salah satu yang mendapatkan predikat on time performance (OTP). Hal ini lantaran tidak adanya satupun jadwal pemberangkatan yang diundur. 

“Penyelenggaraan tahun ini termasuk yang paling lancar. 100 persen tidak ada penerbangan yang mundur. Layak untuk diberi predikat OTP,” kata dia. 

Rencananya, jadwal pemulangan (Debarkasi) jemaah haji dimulai Minggu (18/8/2019). Diperkirakan, jemaah yang tiba pertama kali pada kedatangan pukul 09.40 WIB.