TPID Solo Buka Opsi Gelar Operasi Pasar Cabai, Setuju?

Pedagang cabai di pasar. (Solopos/Tri Rahayu)
06 Agustus 2019 12:15 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com SOLO — Harga cabai di Kota Solo, Jawa Tengah, melambung dalam beberapa bulan terakhir. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo membuka sejumlah opsi menggelar operasi pasar (OP) hingga mendatangkan stok cabai dari daerah lain.

Wakil Ketua TPID Solo sekaligus Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) BI Solo, Bambang Pramono, mengatakan pihaknya bakal melakukan mitigasi terkait komoditas cabai yang harganya masih tinggi.

“Kalau diperlukan kami akan operasi pasar. Jika tidak, kami akan mendatangkan stok dari pasar atau daerah lain. Mestinya ada daerah-daerah surplus yang bisa dimanfaatkan sehingga terjadinya perdagangan antardaerah. Kami koordinasi dulu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Bambang memaparkan pihaknya akan melakukan pengecekan komoditas ini antarpasar di wilayah Soloraya terlebih dahulu. Jika pasokan cabai di Soloraya dianggap tidak mencukupi, maka pihaknya akan menyisir ke daerah lain.

“Cabai banyak didatangkan dari Jawa Timur. Akan tetapi, saat ini kendalanya adalah musim. Masalah cabai ini selalu berulang. Kalau harganya lagi bagus semua menanam, tapi begitu turun dibuang-buang. Ke depan mungkin masalah konsumsi ini kita cek juga. Misalnya, soal penggunaan cabai olahan. Budaya kita itu lebih senang mengonsumsi cabai segar,” imbuhnya.

Sebelumnya, harga cabai yang stabil tinggi kembali menjadi penyebab inflasi di Kota Solo pada Juli 2019 ini. Sebanyak tiga jenis cabai menyumbang angka inflasi terbanyak pada bulan lalu. Kenaikan harga cabai ini disinyalir lantaran jumlah panen yang tak banyak sehingga memengaruhi pasokan dari daerah sentra produksi. Adapun Solo tercatat mengalami inflasi sebesar 0,38% pada Juli lalu.

Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Herminawati, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan harga-harga komoditas pada Juli 2019, Solo mengalami inflasi sebesar 0,38% atau lebih tinggi 0,09% jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

“Harga cabai rawit naik 61,4% dengan memberi andil inflasi sebesar 0,15%, cabai merah naik 26,79% (andil inflasi 0,08%), cabai hijau naik 38,35% (andil inflasi 0,05%),” paparnya.