Salat Gaib & Doa Warga Nahdliyin Solo untuk Mbah Maimoen

Doa bersama dan salat gaib untuk Almarhum KH Maimoen Zubair (Mbah Maimoen) di Aula PCNU Kota Solo, Selasa (6/8 - 2019). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
06 Agustus 2019 22:10 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo menggelar doa bersama mendoakan KH Maimoen Zubair yang meninggal dunia di Mekkah. Doa bersama dilanjutkan salat gaib di Aula PCNU Kota Solo, Kecamatan Serengan, Solo, Selasa (6/8/2019) malam pukul 20.00 WIB.

Ketua PCNU Kota Solo, Masyhuri, mengatakan doa bersama akan dilanjutkan dengan salat gaib, salat anisil qobri, membaca Surat Yasin, dan tahlil. Selanjutnya, jamaah membacakan mahasinul mayyit.

"Kami mengundang seluruh pengurus NU, warga NU, dan seluruh masyarakat untuk mendoakan Mbah Moen. Semoga kebaikan dan seluruh ilmu Mbah Moen terwarisi kepada kita semua," ujarnya, Selasa malam.

Maimoen Zubair merupakan ulama asal Sarang, Rembang yang kini masih menjabat sebagai ketua dewan syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pria yang akrab disapa Mbah Maimoen itu meninggal dunia pada usia 90 tahun.

Bulan lalu, Mbah Maimoen mengunjungi Kota Solo dalam kajian akbar yang diselenggarakan oleh PCNU Kota Solo di Kecamatan Serengan, 13 Juli 2019.

Pengajian diikuti ribuan jemaah dari berbagai lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam kajian itu Mbah Moen mengajak masyarakat Kota Solo untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Masyarakat Indonesia itu berbeda-beda tapi harus menyadari bahwa tujuannya tetap sama. Menjaga empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang merupakan kehendak Allah,” ujarnya.

Menurutnya, empat pilar kebangsaan itu juga sesuai dengan akronim Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 (PBNU). Mbah Maimoen juga mendoakan Indonesia agar menjadi negara yang nasionalis dan religius seperti Nabi Muhammad yang merupakan sosok nasionalis dan religius.