Saksi Bentrok Depan PGS Solo: Anak Saya Dipiting & Dipukul Satpol PP

Momen saat petugas Satpol PP Solo terlibat keributan dengan warga di depan Pusat Grosir Solo (PGS), Senin (5/8 - 2019). (Youtube East Tech)
06 Agustus 2019 22:45 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo terlibat bentrok dengan warga saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jl. Mayor Sunaryo, tepatnya di depan Beteng Trade Center (BTC), Senin (5/8/2019) sore. Saksi mata mengatakan kejadian bermula saat 20-an petugas berupaya menertibkan beberapa PKL yang berjualan di atas rel.

Seorang saksi mata bernama Astuti menuturkan putranya bernama Wa’il, yang kebetulan berada di lokasi, meminta petugas bersikap lebih humanis. Petugas yang tidak terima dengan ucapan itu kemudian memiting kepala putranya dan menyebutnya provokator.

“Wa’il kemudian dipiting dan dipukuli. Lalu anak saya yang lain, bernama Walid, mencoba menyelamatkan Wa’il. Kalah jumlah, Walid dilempar ke mobil petugas seperti hewan. Akhirnya, anak saya yang pertama, Fahad, datang. Dia berusaha menyelamat Walid, sementara saya mencoba melindungi Wa’il dari pukulan Satpol PP,” kata dia, kepada wartawan, Selasa (6/8/2019).

Astuti menyebut ucapan putranya saat mengingatkan petugas tidak kasar. Wa’il, kata dia, hanya meminta agar pedagang diberi kesempatan mencari nafkah untuk sementara waktu.

“Bahasa Jawanya, Wa’il cuma ngomong masak berdagang saja tidak boleh. Padahal tidak jual diri atau mencuri. Dia memang sempat melempar paving karena terpicu pemukulan bertubi-tubi. Kalau enggak melempar batu, mungkin dia sudah dihajar sampai mati,” ucap Astuti.

Suami Astuti, Riyanto, mengaku sempat ingin melanjutkan pemukulan itu ke pihak yang berwajib. Tiga anaknya mengalami luka-luka dan harus berobat ke rumah sakit. Pengobatan, kata dia, ditanggung dengan biaya sendiri. “Istri saya enggak terima. Saudara saya juga enggak terima. Tapi, saya menenangkan hati dan memilih berdamai saja karena enggak ingin masalah jadi berlarut,” ujarnya.

Bentrok antara petugas Satpol PP dengan kakak beradik itu juga viral di situs berbagi video Youtube. Dalam video yang diunggah akun East Tech pada Senin, tampak aksi dorong mendorong antara puluhan petugas dengan warga. Puluhan warga berkerumun di lokasi kejadian hingga menyebabkan kemacetan. Beberapa pedagang lain tampak berusaha melerai.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Solo, Agus Sis Wuryanto, mengonfirmasi bentrokan pada Senin sore itu. Ia juga mengakui sejumlah anggotanya melakukan pemukulan. Hal tersebut karena terpicu emosi warga yang melempar batu.

“Itu memang di luar SOP [standard operating procedure]. Kami sudah menegur petugas yang bersangkutan karena harusnya menggunakan cara-cara yang lebih humanis. Akhirnya mereka [warga yang bentrok] kan minta maaf,” kata dia, Selasa.