Jukir Sukoharjo Tarik Ongkos Parkir Motor Rp2.000, Siap-Siap Kena Sanksi! 

ilustrasi parkir. (Solopos/Dok)
06 Agustus 2019 02:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pelanggaran tarif masih menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai dalam pengelolaan parkir di Sukoharjo. Banyak juru parkir (jukir) yang menarik tarif parkir tak sesuai ketentuan berlaku.

Modusnya, jukir enggan memberikan uang kembalian saat pengguna jasa parkir membayarkan nominal lebih besar dibanding tarif parkir yang ditetapkan dalam perda. Hal ini dikeluhkan para pengguna jasa parkir. 

Salah satunya warga Cuplik, A. Setiawan, yang kerap harus membayar uang pecahan Rp2.000 untuk parkir sepeda motornya. "Saat bayar Rp2.000, jukirnya cuma diam saja dan tidak memberi kembalian," katanya.

Padahal jika merujuk Peraturan Daerah (Perda) Sukoharjo Nomor 12 Tahun 2017 tentang perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah ditetapkan besaran tarif parkir sepeda angin dipatok Rp500, kendaraan bermotor roda dua dan tiga (difabel) Rp1.000, dan kendaraan bermotor angkut orang dan barang Rp1.500.

Sedangkan tarif parkir kendaraan bermotor roda empat Rp2.000, kendaraan bermotor roda empat barang Rp3.000, kendaraan bermotor roda enam Rp5.000 dan kendaraan bermotor roda enam lebih Rp7.000. 

Dia berharap ada langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk menertibkan tarif parkir tersebut. Modus jukir enggan memberikan uang kembalian terjadi hampir di seluruh lokasi, terutama di pusat-pusat keramaian kota. 

"Jadi harus minta kembaliannya. Kalau tidak minta ya jukir tidak akan beri kembalian. Padahal itu tidak sekali parkir motor, sehari bisa lima lokasi beda dan semua sama seperti itu," keluhnya.

Hal senada dikeluhkan pengguna jasa parkir lain, D. Suryani, yang kerap tak menerima pengembalian uang kelebihan parkir. Dia meminta Pemkab memperbanyak pemasangan papan informasi tarif parkir. 

Minimal papan informasi dipasang berupa spanduk sehingga pengguna jasa parkir mengetahui tarif parkir yang ditetapkan pemerintah. "Kalau sekarang kan tidak banyak papan informasi tarif parkir. Jadi saat membayar Rp2.000 untuk motor dan tidak dikembalikan ya kita tahunya memang segitu tarifnya. Padahal hanya Rp1.000," katanya. 

Kasi Terminal Bidang Lalu Lintas Dishub Sukoharjo Marjono mengatakan akan menindak tegas jukir yang menarik parkir tidak sesuai ketentuan. Tarif parkir tak sesuai ketentuan ini, dia akui masih banyak terjadi di Sukoharjo. 

"Kami minta pengguna jasa parkir jangan sungkan meminta uang kembalian. Kalau memang tidak diberikan uang kembalian itu, foto jukirnya dan laporkan kepada kami akan kami tindak," katanya. 

Terkait praktik pelanggaran, dia mengatakan sudah melakukan sejumlah langkah, di antaranya pembinan terhadap juru parkir, memasang papan informasi tarif parkir, dan mencetak karcis parkir sesuai dengan aturan baru. 

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan praktik pelanggaran pungutan liar parkir. "Kami sudah pasang papan informasi tarif parkir di 30 lokasi. Papan informasi ini akan kami perbanyak lagi," katanya.

Sebagai informasi, tarif parkir di Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan pada awal 2018 lalu. Kenaikan tarif parkir ditetapkan dalam Perda Nomor 12 Tahun 2017. 

Sesuai ketentuan Perda tersebut, tarif parkir sepeda angin Rp500, kendaraan bermotor roda dua Rp1.000 dan kendaraan bermotor angkut orang dan barang Rp1.500.

Sedangkan tarif parkir kendaraan bermotor roda empat Rp2.000, roda empat barang Rp3.000, roda enam Rp5.000, dan roda enam atau lebih Rp7.000.

Sementara tarif parkir andong Rp1.000 dan kendaraan bermotor roda dua pada event tertentu (sunday market/CFD) Rp1.500, kendaraan bermotor roda empat pada event tertentu (sunday market) Rp3.000.

Sebelumnya tarif parkir berdasarkan Perda No. 13/2011 untuk kendaraan bermotor roda dua Rp500.