Presiden Jokowi Pilih Beli Sapi Kurban di Boyolali, Peternak Sukoharjo Ini Gigit Jari

Sapi simental seberat 1,3 ton milik peternak asal Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, yang batal dibeli Presiden Joko Widodo. (Solopos - Indah Septiyaning W.)
06 Agustus 2019 18:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Peternak asal Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Kuncoro Budi Santoso, harus gigit jari. Sapi seberat 1,3 ton yang disiapkannya batal dibeli Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Kuncoro sudah lama menjadi langganan Presiden Jokowi setiap perayaan Iduladha. Hampir setiap tahun Jokowi membeli sapi kurban darinya. Namun kali ini Jokowi tak membeli sapi ternak miliknya untuk kurban.

Presiden Jokowi memilih membeli hewan kurban milik peternak sapi di wilayah Mangu, Kabupaten Boyolali. "Utusan Bapak Presiden sudah menghubungi saya dan memberitahukan tahun ini bapak [Jokowi] tidak membeli hewan kurban di sini. Presiden membeli hewan kurban di peternak lain, tempatnya di daerah Mangu, Boyolali," katanya ketika dijumpai wartawan, Selasa (6/8/2019).

Tahun-tahun sebelumnya, setiap perayaan Iduladha, Kuncoro mengatakan Jokowi tak pernah absen membeli hewan kurban miliknya. Karena selalu menjadi langganan Presiden, dia pun menyiapkan hewan untuk kurban orang nomor satu di Indonesia ini sejak setahun lalu.

Sapi itu merupakan jenis simental dengan berat mencapai 1,3 ton dan harga Rp85 jutaan. "Kami siapkan dua sapi sebenarnya, karena biasanya memang membeli dua sapi untuk kurban. Tapi karena tidak membeli di sini, sapi itu sekarang sudah dibeli orang lain," katanya.

Kuncoro memiliki ratusan sapi. Harga yang dijual bervariasi mulai Rp20 jutaan hingga Rp85 jutaan. Harga sapi kurban sudah naik 10-20 persen sejak beberapa pekan lalu. Penjualan hewan kurban juga terus meningkat dan diperkirakan sampai H-1 Iduladha.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan aktivitas perdagangan hewan kurban semakin meningkat menjelang pelaksanaan Iduladha sepekan lagi. Pedagang musiman bahkan mulai bermunculan di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut membuat petugas gabungan meningkatkan patroli lapangan untuk mengantisipasi munculnya masalah. "Petugas sudah diturunkan memantau wilayah yang banyak ditemukan pedagang hewan kurban musiman," katanya.