Kartu ATM Ditukar, Warga Cepogo Boyolali Kebobolan Rp250 Juta

Ilustrasi ATM. (Solopos/Dok)
06 Agustus 2019 19:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Subroto, 51, warga Cepogo, Boyolali, kehilangan uang Rp250 juta akibat tipu daya orang tak dikenal. Uang itu berpindah dari rekeningnya ke rekening orang lain setelah kartu ATM-nya ditukar tanpa ia sadari.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, peristiwa ini bermula pada Kamis (20/7/2019), saat Subroto sedang berada di Surabaya. Dia pergi ke salah satu ATM Bank Mandiri untuk mengecek saldo.

Saat itu dia bertemu orang tak dikenal yang berpura-pura melakukan transaksi di ATM tersebut. Kepada Subroto, orang tak dikenal itu mengaku memiliki dana besar dan menawarkan dana bantuan untuk pembangunan masjid dan berjanji menghubungi Subroto sewaktu-waktu.

Setelah pulang ke Cepogo, Subroto yang merupakan nasabah Bank Jateng ini mengecek saldo rekeningnya, Rabu (26/7/2019) di bilik ATM setempat. Namun saat itu, kartu ATM yang dia pegang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Sehari kemudian atau Kamis (27/7/2019) dia pergi Bank Jateng Banaran, Boyolali, untuk memastikan kondisi ATM-nya. Selain itu, dia juga meminta petugas mencetak buku rekening.

Alangkah kagetnya Subroto saat diberi tahu saldo di rekeningnya ternyata sudah berkurang Rp250.906.000. Melalui cetakan di buku tabungan, tercatat ada transaksi beberapa kali ke nomor rekening Bank Danamon atas nama Ade Supriyadi.

Padahal Subroto tidak pernah melakukan transaksi tersebut. Atas kecurigaan ini, Subroto melapor ke Mapolres Boyolali.

Kasatreskrim Iptu Mulyanto mewakili Kapolres AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan. “Penyelidikan mengarah kepada orang tak dikenal yang bertemu korban di Surabaya,” ujar Mulyanto saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Boyolali, Selasa (6/8/2019).

Pada Selasa (30/7/2019), Tim Sapu Jagad Polres Boyolali dipimpin Iptu Wikan menyergap tersangka di Semarang. Ternyata, pelaku ini tidak hanya satu orang, melainkan tiga orang.

Mereka adalah Abdul Muin, 56, warga Surabaya, Lucky Usman Uraedi, 55, warga Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Nuryamin, 49 warga Kota Parepare.

Kepada polisi para pelaku mengakui tindak pidana itu dilakukan dengan cara menukar kartu ATM tanpa disadari korban. Selain itu, secara diam-diam, pelaku mengamati personal identification number (PIN) korban saat melakukan transaksi di bilik ATM.

“Setelah menguasai ATM dan mengetahui PIN-nya, pelaku leluasa melakukan transaksi transfer ke nomor rekening lain milik mereka. Uangnya juga langsung ditarik dan digunakan untuk membeli barang dan berfoya-foya,” imbuh Mulyanto.

Kini para pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Boyolali. Mereka dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.

Sementara itu, Kasi SDM dan Umum Bank Jateng Kantor Cabang Boyolali, Sri Mahanani, meminta nasabah dan masyarakat umum lebih berhati-hati saat melakukan transaksi di ATM.

“Ini adalah kasus kejahatan yang dilakukan orang lain sehingga kita harus selalu waspada. Kasus seperti ini bisa menimpa siapa saja. Kami hanya bisa mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat bertransaksi di ATM. PIN adalah sarana keamanan yang utama sehingga harus benar-benar dijaga dan jangan memberitahukannya kepada siapa pun,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.