Ledakan Keras Gegerkan Warga Kalikotes Klaten, Ada Apa?

Warga melintas di depan rumah Sigit, warga Dukuh Turen, Desa Ngemplak, Kalikotes, Klaten, Selasa (6/8/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
06 Agustus 2019 15:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Warga Dukuh Turen, RT 001/RW 006, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten, digegerkan suara ledakan pada Selasa (6/8/2019) dini hari.

Suara ledakan di rumah salah satu warga itu diduga dari benda yang dilempar orang tak dikenal. Ledakan itu tak hanya sekali.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Ledakan terdengar di atap teras rumah salah satu warga bernama Sigit. Saat ledakan terjadi, rumah ditempati istri Sigit, Tina, 45, dan seorang anaknya.

Tina mengatakan pada Selasa dini hari dia terbangun dari tidurnya untuk mengantarkan anaknya ke kamar mandi. Saat kembali ke kamar dan berniat melanjutkan tidur, Tina mendengar suara sepeda motor melaju kencang di ruas jalan depan rumahnya.

Tak berapa lama kemudian, terdengar ledakan di atap rumahnya. Tina dan anaknya ketakutan dan memilih bertahan di dalam kamar.

“Ledakannya keras hingga menggetarkan rumah. Saya mau keluar takut ada runtuhan dari atap. Mau keluar lewat dapur juga takut,” kata Tina saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa.

Tina mengatakan saat ledakan terjadi, ada suara benda berjatuhan pada genting rumah. Selain itu, di sekitar rumah Tina ditemukan paku. Tak ada kerusakan berarti akibat ledakan itu.

Tina dan anaknya tak mengalami luka-luka akibat peristiwa itu. “Hanya tempat untuk air yang ada di atap bergeser,” katanya.

Teror yang dialami Tina dan keluarganya tak hanya sekali itu terjadi. Belum lama ini, di samping sumur yang bersebelahan dengan rumahnya ditemukan pipa PVC berisi gotri serta paku.

Selain itu, Tina menemukan kantong plastik berisi lima kembang api yang di dalamnya terdapat paku saat menyapu halaman rumahnya. Namun, kembang api itu tak meledak.

Tina tak mengetahui peneror serta motivasi pelaku. Sementara itu, Sigit mengaku bergegas pulang dari tempatnya bekerja di Jogja begitu mendapat kabar soal ledakan di atap rumahnya.

Saat sampai di rumah sisa benda yang meledak sudah dibawa polisi. “Saya hanya dikasih tahu ada sisa kertas bertuliskan 'Made in Cina, Jauhkan Dari Anak-anak',” kata Sigit.

Sigit juga menjelaskan beberapa hari yang lalu di halaman rumahnya ditemukan lima kembang api dalam satu kantong plastik yang dipenuhi paku. “Tidak sampai meledak. Kantong plastik itu langsung diambil takutnya untuk mainan anak-anak,” ungkapnya.

Sigit tak mengetahui pelaku yang sudah meneror rumahnya. Dia juga tak mengetahui motif pelaku melakukan aksi teror ke keluarganya itu.

“Yang jelas saya merasa resah. Sepertinya ada yang berniat mencelakai keluarga saya,” tutur dia.

Sigit mengatakan baru kali ini dia mendapatkan teror. Dia merasa selama ini tidak memiliki permasalahan dengan orang lain. Sigit berharap pelaku bisa segera tertangkap.

Ketua RW 006, Ratno Sumarto, mengatakan ada tiga kali teror yang dialami keluarga Sigit. Teror pertama terjadi pada Kamis (1/8/2019) setelah ditemukan pipa PVC berisi paku dan gotri di sumur yang bersebelahan dengan rumah Tina.

Teror kedua terjadi pada Sabtu (3/8/2019) setelah ditemukan lima petasan dan paku dalam satu kantong plastik di halaman rumah. Namun, petasan itu tak meledak dan sudah diserahkan ke polisi.

Teror ketiga terjadi pada Selasa (6/8/2019) dini hari dengan ledakan di atap teras rumah Sigit. “Kami segera melaporkan ke polres atas kejadian-kejadian ini,” kata Ratno.

Sementara itu, sejumlah warga mengatakan ledakan di rumah Sigit itu terdengar keras. Bahkan, suara ledakan terdengar hingga radius 1,5 km dari rumah Sigit.

Awalnya, warga menyangka suara ledakan berasal dari trafo listrik milik PLN yang meledak. “Saat peristiwa terjadi itu kondisi kampung sepi karena kejadiannya pukul 02.00 WIB. Awalnya disangka trafo mbledos. Saat ditunggu beberapa saat kok lampu tidak mati. Setelah itu warga keluar mencari sumber ledakan,” kata salah satu warga, Bejo, 45.