Macan Tutul Mati, Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu Karanganyar Tuntut Penjelasan

Macan tutul Gunung Lawu yang meresahkan warga Jatiyoso, Karanganyar. (Solopos/Sri Sumi Handayani)
06 Agustus 2019 04:30 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu Karanganyar menuntut penjelasan terkait kematian macan tutul Gunung Lawu di Solo Zoo.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, macan tutul betina itu mati pada Kamis (25/7/2019). Macan tutul itu adalah macan yang ditangkap di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, 22 Desember 2018 lalu.

Macan tutul betina itu masuk perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) yang diletakkan di belakang kandang warga Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso.

BKSDA Jawa Tengah (Jateng) meletakkan tiga perangkap besi atau kerangkeng di sejumlah lokasi di Kecamatan Jatiyoso. Satu perangkap di Dusun Pondok, Desa Beruk, dan dua perangkap di Dusun Gondang, Desa Wonorejo.

Macan tutul masuk ke salah satu perangkap di Dusun Gondang, Desa Wonorejo. Setelah tertangkap, macan betina dibawa ke Solo Zoo atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

Ketua Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu Karanganyar, Aan Shopuanuddin, mendesak seluruh pihak terkait memberikan penjelasan ihwal kematian macan Lawu itu di Solo Zoo.

"Saya mendesak pihak terkait bertanggung jawab atas hal itu. Paling tidak berikan penjelasan secara medis. BKSDA Jateng pernah bilang bertanggung jawab atas semua. Saya akan mencari tahu penyebab macan itu mati. Kalau informasi yang kami terima kan mati tanggal 25 Juli," kata Aan saat dihubungi Solopos.com, Senin (5/8/2019).

Dia berencana melayangkan surat kepada BKSDA Jateng untuk meminta klarifikasi soal itu. Aan kembali mengungkit kebijakan BKSDA Jateng menitipkan macan tutul itu ke Solo Zoo.

Aan mengaku berulang kali mendesak BKSDA Jateng melepasliarkan macan tutul itu ke habitatnya. "Yang salah bukan harimau, yang salah itu orang yang merusak habitat asli macan di hutan. Saya kan bilang dulu, lepaskan ke habitat, bukan diserahkan BKSDA lalu dikarantina. Saya mendesak kembalikan ke Lawu. Jelaskan saja penyebabnya."

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan keprihatinan terkait kabar kematian macan tutul itu. "Ya Allah apa penyebabnya? Prihatin juga ya. Sedih," kata dia kepada Solopos.com melalui aplikasi Whatsapp.

Diberitakan sebelumnya, macan tutul Gunung Lawu yang dititipkan di TSTJ atau Solo Zoo, mati pada Kamis (25/7/2019). Penyebab kematian satwa yang dikategorikan dilindungi tersebut saat ini masih dicari tahu melalui pemeriksaan laboratorium.