Mampir di Stasiun Kemiri Karanganyar, Rail Clinic PT KAI Beri Pengobatan Gratis

Rail Clinic PT KAI mampir di Stasiun Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, untuk memberikan pengobatan gratis kepada warga sekitar, Selasa (6/8/2019). (Solopos - Sri Sumi Handayani)
06 Agustus 2019 23:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Rail Clinic milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) mampir di Stasiun Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (6/8/2019).

Sesuai namanya, rail clinic adalah gerbong khusus untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan kepada masyarakat. Begitu tiba di Stasiun Kemisi, Rail Clinic langsung dibuka untuk pengobatan gratis bagi warga sekitar.

Salah satu warga Desa Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar, Mariyem, mengaku datang ke Stasiun Kemiri karena mendapat undangan dari bayan setempat. Dia diminta datang ke Stasiun Kemiri untuk mengikuti pengobatan gratis di kereta api.

Dia mengaku baru kali pertama itu periksa kesehatan di dalam kereta api. "Biasanya naik kereta pergi ke mana. Ini naik kereta untuk periksa [kesehatan]. Saya periksa encok sama mata agak buram. Tahu ini dari Pak Bayan," tutur dia saat menunggu di ruang tunggu salah satu rangkaian kereta.

Kegiatan itu merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) PT KAI. Di dalam kereta itu ada dokter, paramedis, dan peralatan kedokteran.

Selain layanan kesehatan, Rail Clinic juga ditambah satu gerbong untuk perpustakaan (Rail Library). Di gerbong paling belakang itu lah puluhan siswa SDN 01 Nangsri terlihat asyik membuka-buka buku bacaan bergambar di gerbong tersebut saat Solopos.com melongok ke dalamnya.

Ada pula yang menonton video Rail Clinic pada komputer layar sentuh di meja. Perpustakaan kereta ditata menyerupai perpustakaan umum, berisi rak buku, koleksi buku, sejumlah meja dan kursi. Pengunjung harus melepas alas kaki karena lantai ditutup karpet.

Manager Operasi PT KAI Daops VI Yogyakarta, Fitriyadi, menyampaikan Rail Clinic generasi IV itu melayani kesehatan tingkat pertama seperti pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi, cek kehamilan, pemeriksaan laboratorium, dan layanan farmasi.

Lokasi kunjungan menyesuaikan permintaan Manajer Kesehatan. Kali ini ke Daops VI/Yogyakarta. Setiap Daops biasanya kebagian empat kali dalam satu tahun. Tim Rail Clinic terdiri dari masinis, kondektur, dan 24 paramedis. Tiga Rail Clinic lainnya di Sumatra.

"Tiga rangkaian kereta berisi poli gigi, kandungan, dan pemeriksaan kesehatan umum. Satu rangkaian belakang khusus perpustakaan," jelas Fitriyadi saat berbincang dengan wartawan di sela-sela acara.

Dokter dan paramedis adalah pegawai yang direkrut PT KAI. Rail Clinic juga dikirim ke sejumlah lokasi bencana alam untuk memberikan bantuan setelah bencana. Dia mencontohkan saat terjadi tsunami di Pandeglang, Banten; banjir bandang di Garut; tanah longsor di Banyuwangi; dan lain-lain.

Rail Clinic parkir di stasiun terdekat untuk memberikan bantuan pengobatan gratis dan kebutuhan lain kepada warga terdampak bencana alam.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, menjelaskan Rail Clinic menargetkan melayani 400 warga Desa Nangsri dan Desa Kemiri pada Selasa. PT KAI Daops VI Yogyakarta bekerja sama dengan Kecamatan Kebakkramat mengundang warga sekitar untuk mengikuti bakti sosial pengobatan gratis di Rail Clinic.

Selain pengobatan gratis, PT KAI memberikan bantuan kacamata kepada siswa SDN 01 Nangsri dan SDN 04 Kemiri. "Ada 35 kacamata untuk SDN 01 Nangsri dan 15 kacamata untuk SDN 04 Kemiri. Alat olahraga dan tempat sampah untuk masyarakat. Semua yang mau berobat, kami koordinasi dengan pemerintah setempat. Ini gratis," jelas dia.

Pada Kamis (8/8/2019), Rail Clinic akan mampir ke Stasiun Solo Kota di Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Kereta itu khusus melayani wilayah Jawa.