Punya 1.345 Bilah Keris, Eks Bupati Wonogiri Ini Jadi Kolektor Terbanyak Sedunia

Begug Poernomosidi (kiri) menunjukkan Keris Kyai Nogo Sapto kepada PB III Hangabehi saat pameran 1.345 bilah keris di Padepokan Songgolangit, Wonokarto, Wonogiri, Senin (5/8/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
06 Agustus 2019 00:30 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Mantan Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi menggelar pameran koleksi kerisnya selama sehari di padepokan Songgolangit, Wonokarto, Wonogiri, Senin (5/8/2019).

Dalam pameran tersebut, Begug yang juga dikenal dengan nama K.P.A.A. Suro Agul Agul memamerkan koleksi kerisnya yang berjumlah 1.345 bilah. Pameran itu dihadiri Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat S.I.S.K.S. Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi.

Hangabehi yang berjalan tertatih dituntun istrinya, Winarni, menuju etalase yang berisi ribuan bilah keris di ruang utama Padepokan Songgolangit. Sesampainya di salah satu etalase dia berhenti sejenak untuk mengamati keris koleksi Begug Poernomosidi itu.

Begug yang sejak awal mendampingi PB XIII sesekali memberi informasi terkait koleksi kerisnya. Sesaat kemudian mantan Bupati Wonogiri tersebut mengarahkan Sang Raja Solo melihat keris Kyai Nogo Sapto yang ditempatkan di meja khusus.

Hangabehi pun mengamati dengan saksama keris jumbo luk tujuh itu. Raja, sultan, atau perwakilan dari beberapa kerajaan lain juga turut memperhatikan keris itu.

Dalam pameran satu hari tersebut Begug menyuguhkan 1.345 bilah keris yang dikumpulkannya sejak bertahun-tahun lalu. Pameran itu dinyatakan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai pameran keris terbanyak sedunia.

Di sisi lain, Begug juga dinobatkan sebagai kolektor keris yang memiliki keris terbanyak sedunia. Rekor itu memecahkan rekor sebelumnya atas namanya sendiri pada 2013 lalu yang dikukuhkan Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).

Saat itu Begug memamerkan keris koleksinya sebanyak 1.240 bilah. Jumlah keris yang dipamerkan Senin itu belum termasuk 160 bilah keris tinatah emas yang akan dipamerkan di Brunei Darussalam, 28 Agustus mendatang.

Seusai mengamati Keris Kyai Nogo Sapto, Hangabehi berganti mengamati keris-keris tinatah emas itu. Begug menekankan kepadanya bahwa keris tersebut akan dipamerkan di Brunei Darussalam.

“Pameran di Brunei nanti juga menjadi rekor baru, yakni pameran keris tinatah emas terbanyak sedunia. Saya akan pamerkan 160 bilah,” ucap pria berusia 80 tahun itu.

Pengamatan Solopos.com, keris yang dipajang di etalase memiliki jumlah luk berbeda-beda. Ada pula yang lurus tanpa luk. Seluruh bilah keris diberi nomor dari nomor 1 hingga 1.345. Nomor itu untuk memudahkan penilaian Leprid.

Pemerhati keris dari Sanggar Keris Nyai Sombro, Kanjeng Pangeran Suryo Harum Brojo, mengatakan dilihat dari dapur atau bentuknya, keris koleksi Begug terdiri atas ratusan jenis, seperti sengkelet, singo barong, dan sempana.

Selain itu ada pula keris dapur sapu inten, naga sosro, naga raja, jangkung winotan, dan lajer. Berdasar pengamatannya, keris milik Begug berasal dari berbagai masa kerajaan, seperti keris zaman Kerajaan Singosari, Kediri, Blambangan, Tuban, Sumenep, Mataram lawas, Mataram enggal, hingga keris buatan empu keraton zaman sekarang.

Dari tataran pamor atau ornamen yang tergambar pada bilah, keris Begug terdiri atas blarak sineret, ronduru, udan emas, raja abalaraja, junjung drajat, dan sebagainya.

“Koleksi Pak Begug sangat bervariasi. Ini aset budaya yang harus dijaga,” kata lelaki yang akrab disapa Kanjeng Suryo itu.

Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka, menyatakan sudah menghitung seluruh keris yang dipamerkan. Jumlahnya sebenarnya lebih dari 1.345 bilah, tetapi Begug menghendaki yang dicatat hanya jumlah tersebut.

Jumlah itu menjadi jumlah keris terbanyak sedunia yang dipamerkan. Paulus yang juga pendiri Leprid itu mengaku sebelum mengukuhkan pameran yang digelar Begug sebagai pameran keris terbanyak sedunia telah mengecek catatan Guinness World Records.

Hasilnya, tidak ada pameran keris terbanyak sedunia yang tercatat sebelumnya. “Kami mengepresiasi Pak Begug yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga dan melestarikan aset budaya Nusantara yang adi luhung,” ulas Paulus.

Sementara itu, Begug mengaku sampai sekarang tak tahu bagaimana bisa dia memiliki koleksi ribuan bilah keris. Selama ini dia tak menghimpunnya dari kolektor lain.

Sebaliknya, banyak orang datang memasrahkan keris mereka kepadanya. “Mereka kalau saya kasih uang malah enggak mau,” kata Begug.

Selama bertahun-tahun akhirnya keris koleksinya mencapai ribuan bilah. Saking banyaknya dia lupa nama keris-kerisnya itu. Begug menceritakan kali pertama memiliki keris dari mendiang bapaknya, Iman Sudjono, yakni Keris Kyai Singkir.

Selain itu Iman mewariskan Tombak Kyai Ujung Bumi. Keris dan tombak itu hingga sekarang belum pernah diperlihatkan kepada khalayak. Dia melakukannya karena dahulu sudah mendapat wasiat bapaknya agar tak mempertontonkannya.

Begug mengaku menyimpannya secara khusus di rumahnya di Solo. “Keris warisan bapak saya ini punya kesaktian menarik keris yang lain, seperti magnet. Mungkin karena itu banyak orang memasrahkan keris mereka kepada saya,” ujar Begug.