Melintasi Bukit dan Hutan, Jalan Selogiri-Manyaran Wonogiri Segera Dibangun

Tim menyurvei lokasi jalan di perbukitan di Kepatihan, Selogiri, Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa - Pemdes Kepatihan)
06 Agustus 2019 09:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Desa (Pemdes) Kepatihan, Selogiri, Wonogiri, akan membangun jalan tembus ke Desa Bero, Manyaran, Wonogiri, sepanjang lebih kurang 2 km, Oktober mendatang.

Jalan yang melewati bukit dan hutan itu diyakini akan mampu meningkatkan ekonomi warga Kepatihan. Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Kepatihan, Nunik Haryuni, saat ditemui Solopos.com di kantor desa setempat, pekan lalu, menyampaikan pembangunan jalan dilaksanakan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III.

Pembangunan jalan tersebut sudah direncanakan sejak awal dan menjadi salah satu kegiatan prioritas yang akan dikerjakan para tentara bersama warga. Jalan akan menghubungkan Dusun Beran, Kepatihan, dengan Dusun Gembuk, Bero, sepanjang lebih kurang 2 km dengan lebar 3 m-4 m.

Nunik menilai jalan itu penting dibangun untuk mempermudah mobilitas warga dari Bero menuju Kepatihan atau sebaliknya. Saat ini jalan tersebut masih berwujud jalan setapak.

Warga sulit mengakses menggunakan kendaraan karena melewati perbukitan, hutan, berkelok-kelok, menanjak, dan menurun. Jalan itu nantinya dibangun dengan dicor dan akan bisa dilalui mobil.

"Jalan itu sudah ada sejak zaman dahulu. Dulu warga Manyaran menggunakan jalan itu untuk berdagang ke Kepatihan. Seiring berjalannya waktu warga Manyaran tak menggunakannya lagi karena jalan semakin sulit diakses,” kata Nunik.

Dia meyakini jalan tembus itu akan meningkatkan ekonomi warga Kepatihan. Warga Bero dan sekitarnya akan memilih pergi ke pasar di Kepatihan daripada pusat perdagangan lainnya.

Pasar di Kepatihan lebih dekat dan mudah diakses. Begitu pula sebaliknya, warga Kepatihan akan lebih mudah bepergian ke Manyaran melalui Bero. Saat ini banyak warga Kepatihan yang menjalankan kegiatan niaga di Manyaran.

“Kalau jalannya sudah jadi, nanti pastinya Pasar Krumpyung atau Pasar Rejosari di Kepatihan akan lebih ramai. Untuk itu tahun ini kami merehab pasar dengan anggaran Rp40 juta. Ke depan pasar akan direvitalisasi karena bangunannya sudah tua,” imbuh Nunik.

Sebagai langkah awal Pemdes Kepatihan menyurvei lokasi beberapa kali. Dalam waktu dekat Pemdes bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri akan menyurvei lagi.

Survei membutuhkan perjalanan cukup jauh karena tim tak bisa langsung menuju ke jalan dari Kepatihan. Tim harus berputar melalui Manyaran terlebih dahulu. Perjalanan berputar membutuhkan waktu lebih kurang dua jam menggunakan mobil.

Setelah itu tim baru bisa menuju Bero. Selanjutnya tim masih harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak agar bisa mencapai lokasi. Selain diyakini akan dapat meningkatkan ekonomi melalui sektor pasar, jalan tembus akan berdampak pada peningkatan ekonomi dari sektor pariwisata.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kepatihan, Ngadi, mengatakan ke depan Pemdes akan membangun tempat wisata alam di sebuah bukit. Dari puncak bukit itu orang bisa menikmati pemandangan indah.

Di kawasan puncak bukit terdapat kebun kaktus liar yang menyajikan panorama unik. Selain itu saat ini kelompok wanita tani (KWT) di Dusun Ngasinan merintis tempat wisata kebun buah, sayuran, dan bunga.

“Kalau jalannya nanti sudah dibangun, warga Manyaran bisa lebih mudah ke tempat wisata di Kepatihan,” ulas Ngadi.