Satu Lagi Tempat Pembuangan Sampah Ditutup Paksa Warga di Sragen

Kondisi TPS Tegalsari RT 001/RW 015, Sragen Kulon, Sragen, yang ditutup warga sejak Minggu (4/8/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
07 Agustus 2019 04:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tempat pembuangan sampah (TPS) di Kampung Tegalsari RT 001/RW 015, Sragen Kulon, Sragen, ditutup oleh warga setempat.

Warga menutup TPS tersebut dengan memasang portal dari bambu dan besi. Terdapat lima spanduk bertuliskan permohonan maaf atas penutupan TPS tersebut.

Ada pula spanduk bernada ancaman denda senilai Rp2 juta atau diamuk massa apabila ada warga yang nekat membuang sampah di TPS tersebut. Penutupan TPS oleh warga ini bukan kali pertama ini terjadi.

Sebelumnya TPS Bangunsari di Sragen juga ditutup warga pada bulan lalu. Penutupan TPS Tegalsari itu karena keberadaannya dianggap mengganggu kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan.

Warga mulai membersihkan TPS dan menutupnya pada Minggu (4/5/2019). Selama ini warga sekitar terganggu dengan kondisi TPS. Selain meluber ke jalan, sampah kerap menutup selokan sehingga menyumbat aliran air.

"Saat hujan, sampah berserakan ke mana-mana. Baunya sangat tidak sedap. Sampah-sampah itu mengundang banyak lalat,” ujar Ny. Suyadi, 82, warga setempat kala berbincang dengan Solopos.com di lokasi, Selasa (6/8/2019).

Rumah Ny. Suyadi hanya berjarak sekitar 30 meter dari TPS tersebut. Menurutnya, TPS itu sudah ada selama lebih dari lima tahun. Awalnya, TPS itu hanya untuk menampung sampah warga RT 001.

Akan tetapi, warga di luar kampung malah ikut membuang sampah di lokasi. Kebanyakan pembuangan sampah oleh warga luar kampung itu dilakukan malam hari.

“Sampah ini kerap meluber, kalau diangkut pakai satu truk belum cukup untuk menampung semua sampah. Kadang ada pemulung yang mencari plastik dan benda lain yang bisa dijual tapi malah membuat sampah makin berantakan. Karena bau sampah itu, kami jadi tidak enak menerima tamu. Biasanya mereka tidak betah berlama-lama di rumah karena bau sampah itu sangat mengganggu,” keluh Ny. Suyadi.

Ny. Suyadi bersyukur akhirnya TPS di dekat rumahnya itu ditutup. Setelah ditutup, semua sampah rumah tangga warga Kampung Tegalsari RT 01/RW 15 akan dibuang ke TPS Manding yang bakal dikembangkan dengan konsep reuse, reduce dan recycle (3R) oleh Pemkab Sragen.

“Karena lokasi TPS Manding lebih jauh dari kampung ini, warga tidak keberatan iuran pengelolaan sampah dinaikkan. Yang penting, warga kampung ini hidup lebih nyaman tanpa ada gangguan sampah,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Samidi, 56, pengguna jalan asal Sidoharjo. Dia setuju dengan penutupan TPS Tegalsari itu lantaran kerap overload.

“Kebetulan saya sering lewat sini. Kadang sampahnya meluber ke jalanan. Saya harus menahan napas supaya tidak menghirup bau tidak sedap itu. Kalau ditutup, pengguna jalan seperti saya tentu bisa lebih nyaman saat melintasi kawasan ini,” jelasnya.