Ini Peternak Boyolali Yang Sapinya Dibeli Presiden Jokowi Untuk Kurban

Sapi di peternakan Lembu Suro 05, Nogosari Boyolali, yang dibeli Presiden Joko Widodo sebagai sapi kurban. (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
07 Agustus 2019 06:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun ini tidak membeli sapi kurban dari peternak langganannya di Sukoharjo, melainkan dari peternak di Boyolali.

Jokowi membeli dua ekor sapi dari peternak asal Dusun Pilangsari, Desa Potronayan, Nogosari, Boyolali. Dua ekor sapi berjenis simental ini masing-masing seberat 1,4 ton dan 1,1 ton.

Keduanya berumur 4,5 tahun dan 3,5 tahun. Sapi dengan berat 1,4 ton dihargai Rp98 juta sedangkan sapi dengan berat 1,1 ton dihargai Rp73 juta. Sapi-sapi ini selanjutnya akan disalurkan ke dua masjid di Kota Bengawan, yakni Masjid Agung Solo dan Masjid Al Wustho, Mangkunegaran, Solo.

Peternak yang sapinya dibeli Presiden Jokowi kali ini bernama Sugeng, 52. Lokasi peternakannya tepat di tepi jalan Nogosari-Mangu. Sugeng sebelumnya memang terkenal sebagai pengusaha sapi.

peternak boyolaliSugeng, pemilik peternakan Lembu Suro 05 Boyolali yang sapinya dibeli Presiden Jokowi untuk kurban Iduladha tahun ini. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Selain berjualan sapi jenis pedaging, dia juga menyediakan sapi bibit dan rumah pemotongan hewan (RPH). Kandangnya lebih dikenal oleh warga dengan sebutan Lembu Suro 05.

Angka 05 diberikan karena Sugeng merupakan anak kelima dari delapan bersaudara. "Pokoknya sini itu jadi komandannya cah ngarit," tutur putra pertama Sugeng, Andi Saputro, 30, saat ditemui Solopos.com di kandangnya, Selasa (6/8/2019) sore.

Pada musim Iduladha, imbuh Andi, peternakan milik Sugeng menjual belasan ekor sapi. Rata-rata sapi yang laku adalah sapi gemuk dengan bobot di atas satu ton, termasuk dua ekor sapi yang dibeli Presiden Jokowi.

Andi pun mengaku kaget presiden melirik sapi dari peternakan ayahnya. "Sepengetahuan kami, Pak Jokowi itu sudah punya langganan sendiri di Polokarto [Sukoharjo]," imbuhnya.

Awalnya, sekitar bulan lalu, Andi didatangi seorang lelaki asal Ngemplak yang pernah bekerja dengan Jokowi sebelum Jokowi hijrah ke Ibu Kota. Dia mencari sapi kurban untuk sang presiden yang akan disembelih di dua masjid di Solo.

Laki-laki itulah yang menghubungkan Andi dengan ajudan presiden. "Akhirnya yang dipilih sapi dari peternakan kami, ini untuk kali pertama sapi kami dibeli orang nomor satu di Indonesia. Kami tidak menyangka," kata Andi.

Kedua sapi itu pun dibayar atas nama Joko Widodo. Sementara itu, Sugeng bercerita dirinya telah malang-melintang di dunia peternakan sapi sejak tahun 1980-an setelah sebelumnya menjadi pedagang sayur keliling di Boyolali dan Sragen.

Sugeng banting setir ke dunia peternakan dengan modal sepetak tanah warisan orang tuanya. Tanah itulah yang kini dia jadikan kandang. "Saat itu modalnya hanya satu ekor sapi, kecil-kecilan saja," kata Sugeng.

Mengembangkan bisnis peternakan sapi tidak bisa dibilang mudah. Usaha ini mulai merangkak naik pada 2009 setelah pria paruh baya ini mampu membeli sembilan ekor sapi.

Dari sana geliat bisnis mulai terlihat. Sapi-sapi berkembang hingga kini mencapai 130-an ekor di beberapa kandang. Sejak itu pulalah Sugeng mulai total meninggalkan bisnis sayuran dan beralih ke peternakan.

Sugeng pun kini tak mengurusi peternakannya sendiri. Dia dibantu Andi dan beberapa karyawan. Meski terbilang peternak kondang, baru kali ini sapi dari peternakan Lembu Suro 05 dibeli pejabat setingkat nasional.

"Alhamdulillah Pak Jokowi melirik sapi kami, padahal sebelumnya memiliki langganan tetap di Polokarto, Sukoharjo," kata Sugeng.

Sebelumnya pelanggan tetap Sugeng adalah warga sekitar Nogosari, Ngemplak, Solo, hingga Gemolong, Sragen. Beberapa pejabat lokal seperti kepala desa, camat, dan kapolsek di daerah-daerah itu juga menjadi pelanggan setianya. Sugeng berharap setelah dilirik presiden, usahanya di bidang peternakan bisa berkembang pesat.