Politikus Hanura Solo Dihujani Kritik Karena Sarankan Gibran Jadi Ketua RW Saja

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gibran Rakabuming Raka di Markobar Transmart Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Senin (9/4 - 2018) malam. (Solopos/Irawan Sapto Adhy)
08 Agustus 2019 14:40 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ketua DPC Partai Hanura Solo yang juga anggota Komisi I DPRD Solo, Abdullah A.A., dihujani kritik lantaran menyarankan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, menjadi ketua RW dulu saja sebelum maju ke Pilkada Solo.

Kritik itu datang dari kalangan politikus dan aktivis muda Kota Bengawan. Salah satunya Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo, Muhammad Bilal.

Kepada Solopos.com, Kamis (8/8/2019), Bilal menyampaikan adalah hak setiap warna negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat untuk ikut meramaikan pesta demokrasi warga Solo, tidak terkecuali anak sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

“Menurut saya asalkan orang itu mau dan mampu kan terbuka untuk semua. Statement Pak Abdullah A.A, condong menggembosi anak muda,” ujar dia.

Bilal menilai munculnya nama Gibran sebagai figur potensial calon wali kota (cawali) Solo berdasar riset Laboratorium Kebijakan Publik Unisri sangat bagus untuk memotivasi generasi muda agar berani tampil.

Anak muda dengan ide-ide segarnya sangat dibutuhkan sebagai dinamisator pemerintahan dan pembangunan daerah. Apalagi pemerintah melalui Presiden Jokowi telah menyatakan dukungannya terhadap kiprah anak muda dalam berbagai sektor pembangunan.

"Jangan sampai momentum positif saat ini kembali menurun. Sudah saatnya anak muda tampil sebagai agen-agen perubahan di berbagai sektor. Kemunculan Gibran yang disebut-sebut sebagai figur potensial cawali Solo kan dapat memotivasi anak-anak muda lainnya untuk tampil. Saya menyayangkan apa yang disampaikan Pak Abdullah karena terkesan membentengi anak muda,” kata dia.

Kritik serupa datang dari pegiat sosial dan kemanusiaan Kota Solo, Diah Warih Anjari. Perempuan yang pada Pemilu 2019 aktif dalam organisasi sukarelawan pendukung capres cawapres nomor urut 01 (Jokowi-Ma'ruf Amin) itu menilai pernyataan Abdullah A.A. tidak relevan.

Menurut dia Gibran punya hak yang sama sebagai warga negara untuk menjadi cawali. Kendati belum pernah terjun di pemerintahan dan politik, Gibran dinilai mempunyai kemampuan manajerial yang tak bisa dianggap remeh.

“Karakter kepemimpinan Mas Gibran juga sudah terbukti dari keberhasilannya mengembangkan usaha kulinernya. Kekurangan yang ada bisa diimbangi dengan instrumen penunjang lain,” urai dia.

Ketua Brigade #01 itu menilai sosok seperti Gibran dibutuhkan sebagai dinamisator Pemkot Solo. Sebagai pengusaha muda tentu banyak ide out of the box yang bisa diterapkan dalam pembangunan daerah, terutama menghadapi tantangan zaman yang kian keras.

“Saya pikir memang sudah saatnya anak-anak muda tampil,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Abdullah A.A. menyarankan Gibran Rakabuming Raka mematangkan dulu karakter kepemimpinan dan pengalamannya dengan menjadi ketua RW dulu sebelum memutuskan terjun dalam Pilkada Solo.

Hal itu menurut dia penting untuk melatih dan menempa karakter kepemimpinan dan manajerial anak sulung Jokowi tersebut. Sebenarnya tidak hanya Abdullah A.A. yang memberikan saran agar Gibran mengerem dulu lajunya untuk terjun ke politik.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo dan pengamat politik dari UNS Solo, Agus Riewanto, juga memberikan saran senada.