Jika Harus Pakai Plastik, Ini yang Disarankan untuk Bungkus Daging Kurban

Ilustrasi daging kurban. (Antara / dok)
10 Agustus 2019 09:40 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo mengimbau masyarakat menggunakan besek atau daun untuk membungkus daging kurban pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, Minggu (11/8/2019) besok. Dua bahan itu menjadi alternatif terbaik untuk mengurangi plastik yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Kepala DLH Kota Solo, Sri Wardhani Poerbowidjojo, menyarankan penggunaan daun jati. Namun dia mengakui pemakaian daun jati untuk bungkus daging punya kelemahan.

“Sebenarnya dibungkus daun lebih bagus, terutama daun jati. Sudah lama masyarakat memanfaatkan daun jati untuk membungkus daging. Atau bisa pakai besek. Tapi masalahnya, setelah dibungkus daun atau besek biasanya masyarakat tetap memasukkannya ke dalam plastik. Karena tanpa dibungkus plastik kecenderungannya darah maupun air dari daging tersebut terus menetes ke mana-mana,” ucap Dhani, sapaan akrabnya.

Pihaknya tidak mengeluarkan surat imbauan atau edaran khusus terkait penggunaan besek atau daun. Sehingga apabila masyarakat tetap menggunakan plastik, Dhani menyarankan untuk memakai plastik bening. Plastik berwarna, khususnya hitam dikhawatirkan mengandung residu bahan kimia berbahaya.

“Plastik berwarna lain juga sudah memakai zat pewarna. Tapi plastik putih bening relatif masih aman," terangnya.

Imbauan pembatasan pemakaian plastik hanya disosialisasikan melalui sosial media maupun aplikasi perpesanan. "Secara umum, kami selalu mengupayakan pengurangan sampah plastik. Sebab kalau menghilangkan penggunaannya secara total, kami akui agak susah. Kami pun sulit melarang penggunaan plastik pembungkus dalam pembagian daging kurban, sebab hal tersebut tergantung persiapan panitia kurban di masing-masing lokasi pemotongan," pungkasnya.