Sapi Kurban Presiden Jokowi Di Solo Akan Disembelih Pakai Alat Inovasi Takmir Masjid Agung

Sapi kurban Presiden Jokowi tiba di Masjid Agung Solo (Istimewa/Instagram)
10 Agustus 2019 22:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sapi kurban dari Presiden Joko Widodo (Widodo) yang sudah tiba di Masjid Agung Solo, Sabtu (10/8/2019) petang, akan disembelih setelah Salat Iduladha, Minggu (11/9/2019) pagi.

Sapi itu akan disembelih menggunakan alat khusus perebah sapi hasil inovasi takmir masjid setempat. Alat senilai Rp21 juta itu dibuat takmir masjid setelah melihat tayangan video di Youtube.

Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom, mengatakan sebelum penyembelihan akan dilaksanakan seremonial penyerahan dari Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, kepada panitia penyembelihan.

Selain sapi dari Presiden Jokowi, pejabat lain yang berkurban sapi di Masjid Agung ada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Direktur BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Kasi TU Takmir Masjid Agung Solo, Muh. Alif, mengatakan alat perebah sapi hasil inovasi takmir masjid itu dioperasikan secara manual, tanpa menggunakan listrik atau hidrolik. Alat tersebut bisa digunakan untuk merebahkan sapi berbobot hingga 1,5 ton.

“Pengoperasiannya sangat mudah meski sekurangnya butuh empat orang,” kata dia.

Alif mengatakan alasan utama inovasi itu dilakukan adalah keinginan menerapkan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare) saat penyembelihan hewan kurban. Lewat alat itu, sapi tak perlu banyak diikat sehingga tidak stres.

Prosesnya juga berlangsung lebih cepat dibanding penyembelihan manual. Teknik operasional dimulai dari mendorong sapi ke alat perebah berukuran panjang 2,5 meter, lebar 1,4 meter, dan tinggi 1,85 meter itu.

Setelah sapi berada di tengah-tengah alat, salah satu dinding didorong menempel ke tubuh sapi hingga ke sisi dinding satunya. Pintu alat dikunci dan kepala sapi diletakkan di lubang berpengaman.

Dua roda besar di kedua ujung alat kemudian diputar hingga sapi rebah. Saat itulah, giliran petugas penyembelih hewan bekerja menggunakan syariat Islam.

Posisi sapi yang sudah rebah tanpa harus dipegang banyak orang itu membuat proses lebih mudah. “Setelah sapi disembelih, menggunakan roda yang sama, alat dimiringkan sedikit lalu dindingnya ditarik ke atas. Berat sapi akan membuatnya jatuh ke tempat yang disediakan. Sesudah itu, proses penyembelihan sapi berikutnya bisa dimulai lagi,” jelas Alif.

Ia menyebut sapi kurban Jokowi yang diserahkan ke Masjid Agung memiliki bobot 1,4 ton. “Tapi besok akan dilihat apakah sapi tersebut stres atau tidak saat masuk ke alat. Karena kapasitas maksimal alat ini 1,5 ton. Kalau tidak nyaman ya sapinya disembelih manual. Kalau sapi-sapi lain yang beratnya 1 ton tentu akan disembelih dengan alat ini,” tandasnya.

Presiden Jokowi berkurban dua ekor sapi di kota kelahirannya, Solo. Kedua sapi berjenis simental itu diantarkan ke Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Masjid Al Wusho, Pura Mangkunegaran, Sabtu sore.

Dua ekor sapi yang masing-masing seberat 1,4 ton dan 1,3 ton itu didatangkan dari Perternakan Lembu Suro, Kecamatan Nogosari, Boyolali.