Merasa Sudah Mampu, 60 Keluarga Di Sragen Keluar Dari PKH

Dua warga diwisuda dan menerima penghargaan lulus PKH di Gemolong, Sragen, Kamis (8/8/2019). (Istimewa - Yudha Tri Nurohmat)
10 Agustus 2019 06:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 60 keluarga penerima manfaat (KPM) di Sragen dengan kesadaran sendiri keluar dari Program Keluarga Harapan sepanjang Januari-Agustus 2019.

Terbaru, dua KPM diwisuda di Gemolong, Kamis (8/8/2019), sebagai tanda lepas dari program bantuan untuk warga kurang mampu tersebut. KPM yang sudah lulus diwisuda sebagai KPM Graduasi Mandiri Sejahtera.

Kabid Perlindungan Penjaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sragen Finuril Hidayati saat dihubungi Solopos.com, Jumat (9/8/2019) siang, menjelaskan puluhan KPM tersebut menyatakan dengan kesadaran sendiri untuk keluar dari PKH dengan alasan mereka merasa sudah mampu walapun masih punya komponen PKH.

“Mereka itu bisa disebut KPM Mandiri Sejahtera. Pada 2018 lalu juga ada catatan untuk KPM yang sudah bisa mandiri, seperti saat kunjungan tiga menteri ke Sragen,” ujarnya.

Pendamping PKH Kecamatan Gemolong, Sragen, Yudha Tri Nurohmat, menyampaikan ada dua warga Gemolong yang diwisuda menjadi KPM Mandiri Sejahtera pada peringatan 12 tahun PKH dan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Gemolong, Kamis lalu.

Yudha menyebut dua KPM yang diwisuda itu atas nama Sri Partini dan Agustina Tri Hastuti. Dia menjelaskan Sri menjadi peserta PKH sejak 2011 sampai 2019.

“Awalnya ia hanya seorang buruh pabrik di salah satu perusahaan di Solo. Dengan keuletan dan disiplinnya ia sekarang diangkat sebagai supervisor di tempat kerjanya,” ujarnya.

Sedangkan Agustin ikut PKH pada 2016-2019. Dulu ia hanya seorang penjual toko kelontong dan sedikit-sedikit berani menerima pesanan snack dan makanan sehingga sekarang pada 2019 Agustin sudah mampu dengan usaha toko serta buk catering dengan pelanggan banyak.

Yudha terus melakukan pendampingan secara moril dengan pemberian motivasi, evaluasi, dan menyakinkan KPM agar mampu mandiri dengan tujuan mengentaskan kemiskinan. Dia mengatakan peringatan 12 tahun PKH di Gemolong itu diikuti 271 KPM dan ratusan warga dari Desa Genengduwur, Kalangan, dan sekitarnya. Acara itu mengambil tema Sumringah Bareng PKH.

“Acara dibuka dengan menerbangkan balon dan menuliskan prasasti sebagai harapan besar untuk PKH agar terus mampu memutus rantai kemiskinan dengan cara membangun sumber daya manusia lewat pendamping sosial PKH. Selain itu juga ada pesan selalu mengunakan bantuan PKH untuk keberlangsungan generasi, khususnya anak usia sekolah,” katanya.