Surat Palsu Galang Donasi 17-An Beredar di Sragen, Awas Tertipu!

Surat palsu mengatasnamakan Pemkab Sragen guna meminta donasi untuk perayaan HUT RI beredar di Sragen, pekan ini. (Solopos - Tri Rahayu)
10 Agustus 2019 15:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Surat diduga palsu yang mengatasnamakan Pemkab Sragen untuk meminta donasi peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI beredar di Bumi Sukowati.

Surat dengan kop berlogo Pemkab Sragen dengan stempel basah yang menyebut nama Pemkab Sragen diketahui setelah ada warga yang meminta konfirmasi ke Pemkab Sragen, Jumat (9/8/2019).

“Banyak warga yang meminta konfirmasi ke Pak Woto [Kabag Umum Setda Sragen R. Suprawoto] soal surat itu,” ujar salah satu pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen yang enggan menyebut namanya saat ditanya Solopos.com, Sabtu (10/8/2019).

Surat tersebut berisi permohonan donasi yang ditujukan kepada pelaku usaha pertokoan dan pelaku usaha lainnya di sepanjang Jl. Raya Sukowati Sragen. Surat tersebut ditandatangani SumSurat diduga palsu yang mengatasnamakan Pemkab Sragen untuk meminta donasi peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI beredar di Bumi Sukowatiardiyanto dengan nomor induk pegawai (NIK) 19651020700300100.

Kabag Umum Setda Sragen R. Suprawoto yang akrab disapa Woto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu siang, menyatakan surat itu salah, jelas palsu, dan oknumnya sedang diproses di kepolisian. Dia menyatakan Panitia HUT-74 Kemerdekaan Kabupaten Sragen tidak pernah meminta sumbangan seperti itu.

“Yang membuat surat itu ya orang yang golek-golek [cari-cari]. Namanya surat palsu ya stempel juga palsu, nama yang tanda tangan juga palsu. NIP itu pun juga palsu. Iya, sudah lapor polisi agar jadi pelajaran bagi pelakunya,” ujarnya.

Kabid Mutasi dan Pengembangan Karier Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Aris Tri Hartanto, langsung menyatakan surat itu fiktif karena NIP yang digunakan ngawur. Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto juga sudah mengetahui hal itu.

Dia mengatakan pelakunya masih dicari. “Tunggu tanggal mainnya saja!” katanya.

Sementara Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyatakan perkara pemalsuan surat itu masih didalami polisi. Kapolres sudah memerintahkan Kasatreskrim Polres Sragen untuk menyelidiki adanya korban di wilayah Kecamatan Sambungmacan.

“Pelakunya sudah teridentifikasi. Namanya tidak sesuai dengan nama yang tertera dalam surat itu. Pelaku menggunakan surat palsu untuk cari uang,” katanya.