Kurangi Plastik, Warga Boyolali Diimbau Bungkus Daging Kurban Pakai Besek

Sejumlah perempuan di Desa Pentur, Simo, Boyolali, menganyam besek, Jumat (9/9/2019). (Solopos - Nadia Luftiana Mawarni)
10 Agustus 2019 17:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Masyarakat Boyolali diimbau mengggunakan besek (wadah dari anyaman bambu) untuk membungkus daging kurban yang akan dibagikan kepada warga sekitar.

Hal itu untuk mengurangi penggunaan plastik saat perayaan Iduladha yang pada ujungnya akan membuat sampah plastik menumpuk dan membahayakan lingkungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Masruri mengatakan imbauan tersebut juga ditujukan bagi warga saat memperingati perayaan HUT ke-74 RI.

“Kami mohon perhatian, dalam rangka pelaksanaan pemotongan dan pembagian hewan kurban kami imbau agar menggunakan wadah berbahan organik atau yang mudah terurai dalam tanah, misalnya besek bambu, daun jati, daun pisang dan sebagainya. Dalam rangka HUT RI kami juga mengimbau masyarakat ikut mengendalikan sampah,” ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Imbauan tersebut juga disampaikan tertulis melalui surat edaran (SE) yang ditandatanganinya 1 Agustus 2019 lalu. SE tersebut ditujukan kepada kepala organisasi kepala daerah (OPD), camat, dan kades/lurah se-Boyolali, dan kepala sekolah.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Boyolali Ratri S. Survivalina mengatakan selain penggunaan plastik yang berlebihan akan menimbulkan masalah sampah, masyarakat juga diimbau berhati-hati dalam memilih plastik untuk membungkus daging kurban/makanan.

“Karena beberapa jenis plastik tertentu bahan kimianya bisa bermigrasi ke makanan. Apalagi plastik daur ulang,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia karena racun pada kantong plastik bisa berpindah ke makanan.

Kantong plastik (dan jenis plastik lainnya) sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian.

Kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan pun akan terurai lama dan tetap akan menjadi sampah. Terlebih lagi karena sifatnya yang cepat terurai menjadi mikro plastik akan lebih mudah untuk mencemari lingkungan.