600-An Nama di Pusara TMP Kusuma Bakti Solo Pudar Bikin Bingung

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Solo menabur bunga saat ziarah di Taman Makan Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti, Jurug, Solo, Senin (20/5 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
11 Agustus 2019 03:30 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sekitar 600 dari total 1.000an nama yang tertulis di batu nisan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti Jurug, Jebres, Solo, Jawa Tengah, pudar. Akibatnya, pengunjung yang ingin berziarah di TMP Kusuma Bakti Solo kesulitan menemukan makam yang dituju.

Pantauan solopos.com, Kamis (8/8/2019), banyak nama diukir dan dicat dengan warna keemasan di nisan di TMP Kusuma Bhakti Jurug Solo mulai pudar dari blok A hingga Blok F. Beberapa pengunjung, khususnya dari luar kota dan berumur lanjut terlihat kesusahan mencari makam yang dituju.

Pengelola TMP Kusuma Bhakti Jurug Solo, Pandu Parmanto, mengatakan terdapat sekitar 60 persen nama di batu nisan sudah pudar dan sulit terbaca.

“Kalau kesulitan mencari memang ada beberapa yang mengeluhkan kesulitan mencari makam yang dituju. Khususnya yang sudah tua atau yang sudah lama tidak berkunjung ke sini. Salah satunya memang karena luas dan tulisannya sudah mulai pudar,” terangnya ketika ditemui solopos.com, Kamis lalu.

Untuk memperbaiki hal tersebut, pihaknya masih menunggu adanya perbaikan makam secara kolektif. Namun, dia mengakui hingga saat ini belum ada pengajuan untuk melakukan perbaikan tulisan nama-nama di batu nisan.

“Kalau tidak secara kolektif biasanya ada ahli waris atau keluarga yang meminta langsung ke kami untuk memperbarui tulisan,” imbuh dia.

Pandu mengatakan pihaknya selalu membantu pengunjung yang merasa kesulitan untuk menemukan makam yang dituju dengan mengantar langsung. 

“Kami ada pemetaan lokasi dan nama-nama. Sudah hafal. Kalau ada yang kebingungan biasanya minta bantuan dan langsung kami antar. Solusinya sekarang seperti itu,” bebernya.

Salah satu pengunjung, Antonius C, 25, mengaku mengunjungi TMP Kusuma Bhakti Jurug Solo lantaran penasaran dan ingin menghormati jasa pahlawan. Terkait banyak nisan dengan tulisan yang mulai pudar dia berharap segera ada perbaikan. 

“Memang ada banyak yang pudar saya lihat. Semoga saja ada perbaikan dan memperbarui catnya agar tidak mempersulit pengunjung yang ingin berziarah,” ucap dia.