Berat! Butuh 20 Orang Sembelih Sapi Presiden Jokowi di Al Wustho Solo

Sapi kurban dari Presiden Jokowi disembelih di Masjid Agung Solo, Minggu (11/7 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
11 Agustus 2019 10:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sapi Kurban Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diberikan ke Masjid Al-Wustho, Mangkunegaran, Banjarsari, Solo, menjadi sapi paling besar dari seluruh sapi yang ada di Masjid Al-Wusto. Bahkan takmir masjid Al Wustho mempersiapkan 20 orang petugas khusus untuk menyembelih sapi seberat 1,3 ton itu.

Sekretaris Takmir Masjid Al-Wustho, Purwanto, saat ditemui Solopos.com di Masjid Al-Wusto, Minggu (11/8/2019), mengatakan sapi dari Presiden Jokowi akan disembelih paling akhir sekitar pukul 11.00 WIB. Menurutnya, cara menyembelih sama dengan sapi-sapi yang lain.

"Perlu tenaga ekstra untuk memotong sapi seberat 1,3 ton. Kami menyiapkan 20 orang tenaga untuk merobohkan sapi milik Presiden Joko Widodo. Kalau saat menyembelih cukup jagal-jagal inti saja," ujarnya.

Menurutnya, sapi Presiden Jokowi jauh lebih mudah untuk disembelih dikarenakan sangat berat. Berbeda dengan sapi yang tidak mencapai satu ton, sapi akan lebih lincah dan banyak bergerak saat akan disembelih.

Sementara itu, daging sapi milik Presiden Joko Widodo akan digabungkan dengan daging sapi lainnya dan akan dibagikan dalam 1.000 kantong daging. Tidak ada berat khusus setiap kantongnya, hanya menyesuaikan jumlah kantong saja.

Sementara itu, daging rencananya akan didistribusikan ke wilayah Kelurahan Ketelanjangan dan masyarakat Keraton Mangkunegaran. Sebelumnya, sapi Presiden Jokowi diserahkan oleh Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, kepada ketua Takmir Masjid Al Wustho, KH. Muhammad Toha Mustofa.

Dalam sambutannya, Achmad Purnomo menyampaikan bahwa Presiden Jokowi tidak pernah lupa berkurban untuk masyarakat Kota Solo. Tahun ini Jokowi berkurban di dua masjid yakni Masjid Agung seberat 1,5 ton dan Masjid Al Wustho 1,3 ton.

Purnomo berharap masyarakat senantiasa mendoakan Jokowi dalam memimpin bangsa Indonesia. Menurutnya, berkah kurban ini tidak hanya pemberi hewan kurban saja namun pekerjaan lainnya seperti partisipasi masyarakat merupakan pahala berkurban kepada semuanya.

Ketua Takmir Masjid Al-Wustho, KH. Muhammad Toha Mustofa, mengatakan suudah berulang kali Masjid Al Wustho menerima kurban dari Presiden Joko Widodo Sebagai pengurus masjid Al-Wustho ia menyampaikan banyak terimakasih kepada Presiden yang peduli kepada umat. Hal itu sebagai bukti kepedulian kepada rakyat terutama umat Islam untuk menjadi sarana bersatunya umat dan ulama. Ia berharap Indonesia menjadi negata kuat dan bersatu antara umat dan bangsa.

"Semoga yang dilakukan Joko Widodo dijadikan teladan oleh para pemimpin lainnya," ujarnya.