Iduladha, 4 Rumah dan 1 Gubuk di Sragen Kobong

Tim pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar dua dumah di Dukuh Jengkilung, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Minggu (11/8/2019). (Istimewa - Polsek Sumberlawang)
11 Agustus 2019 15:40 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Empat rumah dan satu gubuk jerami di empat lokasi berbeda di Sragen terbakar dalam waktu sehari, tepatnya pada Hari Raya Idul Adha, Minggu (11/8/2019).

Rumah pertama yang terbakar diketahui milik Arifin, 59, warga Dukuh Gondang Mayang RT 21, Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen. Maksud hati ingin mengikuti Salat Idul Adha di masjid, rumah Arifin justru ludes terbakar. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

Pada saat itu, warga masih berada di masjid untuk melaksanakan Salat Id. Pada saat itu, terdapat ibu-ibu yang melihat adanya kobaran api yang membakar rumah Arifin. Sontak hal itu membuat warga geger sehingga sebagian besar berhamburan keluar dari masjid. Warga kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Warga juga menghubungi petugas Polsek Tanon dan tim pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen.

Tim pemadam kebakaran yang baru mendapat laporan sekitar pukul 07.00 WIB langsung menuju lokasi. Setibanya di lokasi, api sudah membakar hampir semua perabotan rumah tangga yang sebagian besar terbuat dari kayu. “Penghuni rumah shock berat dan sempat pingsan. Sekarang korban mengungsi di rumah tetangga,” jelas Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono, kepada Solopos.com.

Akibat kebakaran itu, rumah Arifin beserta perabotan rumah tangga ludes terbakar. Beberapa peralatan seperti sepeda angin, pompa air, barang elektronik, surat-surat berharga hangus dimakan si jago merah. Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir sekitar Rp50 juta. Polisi menduga penyebab kebakaran adalah konsleting arus listrik.

Musibah kebakaran juga menimpa dua rumah di Dukuh Jengkilung, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Dua rumah itu masing-masing milik Pami, 70, dan Agus Sukamto, 51. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Api kali pertama diketahui warga membakar rumah Pami. Tak lama berselang, api merembet ke rumah Agus Sukamto, anggota TNI yang bertugas di Koramil Sumberlawang. Pada saat kejadian, Agus Sukamto tengah menjalani piket di Makoramil Sumberlawang.

“Pada saat itu cuaca sangat panas dan angin bertiup cukup kencang. Hal itu membuat api merembet dan membakar bagian atap rumah Agus Sukamto,” terang Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ikhsanuddin, saat dihubungi Solopos.com.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB melalui bantuan petugas pemadam kebakaran BPBD Sragen. Adapun kerugian dalam musibah kebakaran ini ditaksir sekitar Rp90 juta. Penyebab kebakaran diduga karena Pami lupa mematikan kompor saat memasak di dapur.

Musibah kebakaran juga melanda rumah Parto, 70, warga Dukuh Mojokerto, RT 14, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, sekitar pukul 10.30 WIB. Musibah kebakaran itu bermula ketika Parto membakar sampah di belakang rumahnya. Setelah membakar sampah, Parto berangkat tidur di kamarnya.

Musibah kebakaran itu kali pertama diketahui oleh Nur, tetangga Parto. Pada saat itu, api membakar bagian belakang rumah yang difungsikan untuk dapur. Api baru bisa dipadamkan petugas sekitar pukul 12.30 WIB. “Kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta. Kerugian itu berupa rumah bagian dapur yang terbakar,” terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono.

Musibah kebakaran juga menimpa gubuk yang difungsikan untuk menyimpan jerami kering milik Suradi, 70, warga Dukuh Sambirejo, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Sejauh ini belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran gubuk jerami tersebut. Namun, korban mengalami kerugian sekitar Rp1,5 juta.