Boyolali Minta 557 Lowongan dalam Perekrutan CPNS

Ilustrasi ratusan orang mengikuti tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
11 Agustus 2019 07:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mengajukan permohonan 557 lowongan dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 kepada pemerintah pusat.

Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Karier Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Boyolali, Dono Fembriarto, mengatakan permohonan tersebut disesuaikan dengan angka PNS di Boyolali yang memasuki masa pensiun di tahun yang sama.

“Sesuai arahan Kemenpan [Kmenterian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi] agara usulan CPNS sesuai angka PNS yang pensiun, Boyolali mengajukan 557 orang dalam rekrutmen CPNS kali ini, sesuai jumlah PNS yang pensiun di sini,” ujarnya saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (7/8/2019).

Menurutnya, 70% dari usulan tersebut nantinya untuk alokasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K), sedangkan 30% lainnya untuk CPNS.

“Dari 70% itu nanti diperuntukkan pada tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya. Saat ini Pemkab masih menunggu penetapan usulan tersebut,” jelas Dono.

Sementara itu, pada rekrutmen tahap I beberapa waktu lalu, sebanyak 237 P3K Boyolali lolos seleksi. Mereka terdiri atas 117 tenaga honorer kategori II (K2) dan 60 penyuluh pertanian.

Saat ini mereka masih menunggu penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari pemerintah pusat. Perbedaan mendasar antara NIP PNS dengan NIP P3K ini adalah adanya kode 21 yang akan tersemat pada NIP PPPK.

Sebelumnya mereka sudah mulai melakukan pemberkasan dengan melengkapi persyaratan. Di antara persyaratan yang harus dipenuhi adalah pas foto, fotokopi ijazah, fotokopi akreditasi universitas, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat jasmani dan rohani, dan lainnya.