Jemaah Haji Asal Klaten Meninggal Saat Wukuf

Ilustrasi mayat. (Solopos/Whisnu Paksa)
11 Agustus 2019 16:30 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Klaten Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Seorang jemaah asal Dusun Gumantar RT 002/ RW 002, Kecamatan Juwiring, Klaten, Suprayis Isrondli Durjo meninggal dunia, Sabtu (10/8/2019). Saat itu Suprayis diketahui tengah melaksanakan wukuf di Padang Arafah sehari sebelum Iduladha sampai akhirnya kondisi kesehatannya memburuk dan dilarikan ke RS Mina al Wadi, Arafah. Suprayis meninggal di rumah sakit pukul 08.15 was atau 12.15 WIB.

Suprayis merupakan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 10 yang berangkat dan tiba di tanah suci pada 10 Juli lalu. Hingga kini dia menjadi satu-satunya jemaah asal Embarkasi Donohudan yang meninggal dunia saat pelaksanaan wukuf di Arafah. Seperti diketahui wukuf/ bermalam di Arafah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sehari jelang Iduladha, yakni pada 9 Zulhijah/ Sabtu.

Kasubbag Humas Embarkasi Donohudan, Agus Widakdo, menyebutkan hingga kini dirinya masih berkoordinasi dengan ketua kloter 10, Bakri, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya Suprayis. “Sampai saat ini ketua kloter (Bakri) belum dapat kami hubungi karena mungkin kondisi di Arafah yang sangat ramai,” ujar Agus ketika dihubungi Solopos.com, Sabtu (10/8) malam.

Sama seperti jemaah lain yang meninggal di tanah suci, jenazah Suprayis akan dimakamkan di Makkah dan tidak dibawa pulang. Dengan demikian, Suprayis menjadi jemaah ke-17 asal Embarkasi Donohudan yang wafat selama proses pelaksanaan haji sejak pemberangkatan pertama, 7 Juli lalu.

Sebelumnya, jemaah asal Garung RT 002/RW 003 Wonosobo, Muchakim Kasan Rahmat, meninggal dunia karena penyakit jantung di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Senin (5/8) lalu. Penyakit jantung menjadi penyebab dominan meninggalnya jemaah haji. Dari 16 jemaah yang wafat, 11 diantaranya disebabkan oleh penyakit jantung. Sisanya gangguan pernapasan dan metabolisme.