Dijanjikan Es Krim, Bocah Asal Tulung Klaten Dibawa Pria Misterius

Ilustrasi (Solopos - Whisnupaksa)
11 Agustus 2019 21:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Bocah asal Desa Pomah, Tulung, Klaten, ditemukan dalam kondisi ketakutan di teras sebuah rumah di Desa Karanganom, Klaten Utara, Sabtu (10/8/2019) sore. Bocah perempuan itu mengaku sebelumnya diboncengkan orang tidak dikenal setelah diiming-imingi akan dibelikan es krim.

Bocah berinisial BN, 9, itu ditemukan di teras rumah salah satu warga Desa Karanganom dengan kondisi lemas dan ketakutan, Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Oleh warga, bocah itu lantas dibawa ke Mapolsek Klaten Utara.

BN sempat tak mengingat nama orang tua serta alamat rumahnya. Namun, perlahan ingatan BN berangsur pulih hingga mampu menuliskan nama orang tuanya. Kedua orang tua BN menjemputnya ke mapolsek sekitar pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, sepulang sekolah, BN keluar rumah untuk bermain. Saat bermain seorang diri, BN didatangi seorang pria mengendarai sepeda motor yang lantas memberikan minuman dan permen. Setelah itu, BN diajak pergi naik sepeda motor dan dijanjikan bakal dibelikan es krim.

BN sempat tak sadarkan diri dalam perjalanan tersebut. Ketika tersadar, es krim yang dijanjikan tak kunjung dibelikan. Hingga sampai di wilayah Desa Karanganom, Klaten Utara, BN turun dari sepeda motor dan berlari meminta tolong kepada warga.

Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Eko Setyawan, melalui Danramil Tulung, Kapten Cpl. Tridjoko, mengatakan kondisi BN terus membaik setelah bertemu dengan orang tuanya. Detail kronologi kejadian itu masih menunggu kondisi BN pulih dari trauma.

“Kondisinya sudah membaik dari sebelumnya lupa ingatan. Hanya, anak itu masih sangat murung dan ketakutan. Kami sarankan agar si anak mendapatkan penanganan medis,” ungkap dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (11/8/2019).

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, melalui Kapolsek Klaten Utara, AKP I Wayan Nartha, menjelaskan dari hasil klarifikasi Bhabinkamtibmas Desa Pomah kepada korban, pria yang mengajak BN saat itu mengenakan sepeda motor berwarna hitam, mengenakan helm, serta jaket. “Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Jatinom tidak ditemukan indikasi BN menjadi korban pencabulan,” urai dia.