BPBD Wonogiri Buka Suara Terkait Kebakaran 24 Jam di Selogiri Wonogiri

Petugas damkar dan sukarelawan memadamkan api yang membakar lahan di Selogiri, Wonogiri, Sabtu (10/8 - 2019). (Istimewa)
11 Agustus 2019 15:50 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -  Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, buka suara terkait kebakaran yang terjadi di Desa Kepatihan, Selogiri, Wonogiri. Seperti diketahui, api membakar lahan seluas kurang lebih 25 hektare dengan pepohonan dan semak belukar itu sudah lebih dari 24 jam berlangsung dengan cakupan lahan yang semakin luas.

Bambang kepada Solopos.com mengklaim api sudah padam meski kepulan asap masih terlihat. Timnya masih terus memantau kebakaran yang kali pertama diketahui Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Mengingat musim kemarau masih berlangsung dan diperkirakan puncaknya sesau info BMKG pada bulan Agustus hingga september dimohon perhatian kepada semua untuk hati-hati tidak membuang puntung rokok dan atau membakar ranting atau dedaunan pohon yang berada di lahan pekarangan maupun tegalan serta membakar sampah di lingkungan karena berpotensi bisa menyebar ke lahan hutan rakyat, hutan negara maupun permukiman
Dampak lainnya memicu rekahan pada tanah dan berpotensi longsor saat musim hujan," imbaunya melalui pesan singkat.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Menurut informasi awal, titik api berasal dari Desa Kedungsono, Sukoharjo, yang kemudian menjalar ke timur ke Desa Kepatihan, Selogiri, Wonogiri.

Mengenai penyebab kebakaran tersebut, Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Satpol PP Wonogiri, Joko Santoso, mengatakan kecil kemungkinannya lahan terbakar dengan sendirinya. "Faktor penyebab kebakaran bisa karena kelalaian manusia seperti membakar sampah di kebun tanpa diawasi sehingga api menjalar ke hutan," jelas Joko.

Pantauan Solopos.com di lokasi, asap masih mengepul di salah satu bagian lereng gunung. Menurut warga lokasi tersebut tak bisa dijangkau dengan jalan kaki, terlebih dengan kendaraan. Alhasil, warga hanya bisa pasrah tetapi tetap waspada.

  • Asap terlihat dari kejauhuan masih mengepul di salah satu bagian lereng gunung. (Rudi Hartono/Solopos)

Warga setempat, Tarno, 61, mengatakan kebakaran di kawasan hutan itu terjadi hampir setiap kemarau. Warga tak ada yang mengetahui penyebabnya. Namun, menurut dia kemungkinan kecil api muncul dengan dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia.

Sementara itu, kebakaran di hutan negara petak No. 1-4 RPH Cubluk BKPH Wonogiri sudah dapat diatasi. Api membakar pepohonan di lahan seluas lebih kurang 5 ha.

Upaya pemadaman sempat dihentikan mengingat kondisi wilayah yang tidak memungkinkan dijangkau pada malam hari. Pemadaman akan dilanjutkan besok, namun tim pemadam dan warga tetap berjaga untuk memantau situasi.