Fasilitas Wisata di Kolam Ikan Gemblegan Klaten Ditambah, Apa Saja?

Ribuan orang mencari ikan di kolam ikan Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Sabtu (27/7 - 2019), dalam kegiatan Lebaran Ikan 2019. (Solopos/Ponco Suseno)
12 Agustus 2019 14:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Desa Gemblegan yang berlokasi di Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki potensi wisata alam berupa kolam ikan seluas satu hektare. Sumber air kolam tersebut berasal dari Umbul Cina tak jauh dari kolam.

Berbekal kolam ikan itu, Gemblegan banyak dikunjungi warga Klaten dan sekitarnya. Setidaknya, warga dari berbagai wilayah berbondong-bondong ke Gemblegan sekali dalam satu tahun, yakni saat berlangsung Lebaran Ikan. Hingga 2019, tradisi Lebaran Ikan di Gemblegan sudah berlangsung kali keenam.

“Selain kolam ikan utama itu, kami juga masih memiliki kolam ikan [di belakang kantor desa]. Kami ingin memaksimalkan kolam ikan untuk mendukung wisata memancing dan wisata air lain di Gemblegan. Selama ini, Gemblegan sudah dikenal banyak orang. Kami tinggal memoles atau menata lahan yang ada agar wisata air ini menjadi andalan utama di sini” kata Kepala Desa (Kades) Gemblegan, Waluya, saat ditemui solopos.com, Sabtu(27/7/2019).

Waluya mengaku sudah menyiapkan program guna memajukan Gemblegan. Di antaranya menyiapkan lahan parkir dan sentra kuliner di dekat kolam ikan Gemblegan. Lahan yang tersedia sekitar satu hektare.

“Kolam ikan ini fungsi utamanya untuk irigasi pertanian di sini. Seiring berjalannya waktu, dapat difungsikan sebagai kolam ikan untuk memancing. Selanjutnya, kami berharap ini dapat dilengkapi [fasilitasnya] agar menarik perhatian warga dari daerah lain. Nantinya, pengelolaan lahan parkir, sentra kuliner, kolam ikan itu dapat dikelola masyarakat atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa),” katanya.

Desa Gemblegan memiliki 5.000-an jiwa. Jumlah dukuh di Gemblegan sekitar 13 dukuh. Berdasarkan data yang dihimpun solopos.com, PADesa Gemblegan saat sekarang senilai Rp113,3 juta. Alokasi dana desa senilai Rp347,5 juta dengan dana desa senilai Rp994,007 juta.

Berbekal dana seperti itu, Pemdes Gemblegan fokus mengembangkan desa, baik di bidang fisik atau pun pemberdayaan masyarakat. Di antara pemberdayaan itu, seperti pengembangan di bidang pertanian dan peternakan senilai Rp32,5 juta.

“Dengan pengembangan desa ke depan, kami berharap para pengunjung yang datang ke Gemblegan semakin nyaman. Selain memancing, dapat menikmati wisata kuliner di sini. Bisa juga, kami siapkan bebek-bebekan [perahu] guna meningkatkan pengunjung. Harapan kami, ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, PADesa juga dapat meningkat pesat,” katanya.