RS UNS Solo Punya Klinik Gagal Jantung, Pertama di Jateng-DIY

Aktivitas pengunjung di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS), di Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (12/3 - 2019). (Solopos / M Ferri Setiawan)
13 Agustus 2019 07:30 WIB Iskandar Solo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) Solo resmi membuka Klinik Gagal Jantung Sebelas Maret (Sebelas Maret Heart Failure Clinic), Senin (12/8/2019). Ini merupakan klini gagal jantung pertama yang dimiliki rumah sakit di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta (DIY).

Peresmian dilakukan oleh Direktur RS UNS, Zainal Arifin Adnan. Dokter spesialis jantung RS UNS, Irnizarifka, mengatakan sejak Mei 2019 lalu RS tersebut telah membuka layanan khusus klinik gagal jantung.

“Klinik gagal jantung kami ini kelima se-Indonesia yang langsung diendors, mendapat pengakuan dari walking group atau kelompok kerja gagal jantung Pusat Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia [PP Perki],” ujar Irnizarifka dalam konferensi pers di RS UNS, Senin.

Menurut Irnizarifka, klinik gagal jantung RS UNS Solo ini menjadi yang pertama di Jateng dan DIY. Klinik yang dirintis sejak Mei 2019 ini menjadi klinik level prototype, lalu diresmikan sebagai klinik gagal jantung level satu.

Klinik ini mempunyai layanan spesialistik dari sejumlah dokter setempat. Selain Irnizarifka, ada dokter lain yang menangani yaitu Habibie Arifianto dan Astri Kurniati Martiana.

Klinik ini terintegrasi dengan program penelitian CORE-HF (Comprehensive Registry and Research on Heart Failure). Di mana salah satu hasil CORE-HF menyatakan 75,3 persen pasien mengalami perbaikan secara subyektif dan obyektif setelah menerima perawatan klinik gagal jantung.

Selain itu, Klinik Gagal Jantung Sebelas Maret RS UNS juga terintegrasi dengan program pengabdian masyarakat Heart Talk SOC-HF (Solo Course on Heart Failure), yang pada tahun ini akan diselenggarakan pada November mendatang.

Dengan diresmikannya Klinik Gagal Jantung Sebelas Maret yang di Poliklinik Lantai II Gedung Utama RS UNS Solo, para pasien gagal jantung di Jateng dan DIY lebih mudah mendapatkan perawatan paripurna.

“Tentunya ini selaras dengan salah satu tujuan didirikannya RS UNS, klinik ini juga akan menunjang program pendidikan spesialis unggulan Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK UNS.”