PBAK IAIN Surakarta 2019: Menyebarkan Islam Ramah

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Surakarta, Selasa-Kamis (6-8/8 - 2019), di lapangan pusat IAIN Surakarta. (Istimewa)
13 Agustus 2019 14:30 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Surakarta selama tiga hari yaitu Selasa-Kamis (6-8/8/2019) bertempat di lapangan pusat IAIN Surakarta.

Kegiatan PBAK 2019 dibuka oleh Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag. selaku Rektor IAIN Surakarta yang diiringi oleh peniupan peluit bambu oleh seluruh calon mahasiswa baru. Hadir dalam opening ceremony tersebut para jajaran pimpinan rektor, dekanat lima fakultas, dan para ketua organisasi kemahasiswaan (Ormawa) IAIN Suakarta.

Dalam acara tersebut, Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Surakarta memberikan sambutan. Bakri berpesan, dengan diadakannya PBAK sangat membantu mahasiswa calon akademisi guna melakukan perubahan yang nyata di era sekarang.

Sementara itu, dalam sambutannya Rektor Mudofir menyampaikan Perguruan Tinggi merupakan salah satu pintu gerbang dunia baru. Karena tidak semua anak-anak Indonesia dapat mengakses dunia mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang mempunyai julukan kelompok elit, seharusnya mampu melakukan perubahan di tengah-tengah masyarakat, dengan berpegang teguh pada intelektualitas, fleksibel dan pandangan dunia yang luas.

Mudofir juga memberi wejangan, bahwa menjadi mahasiswa tidaklah mudah banyak rintangan yang harus dilewati. Namun, jika dapat memegang teguh rasa tanggung jawab terhadap bangsa sehingga dapat mempertahankan pilar-pilar kebangsaan, serta mempertahankan Islam di antara perbedaan dan tidak melupakan kewajiban menuntut ilmu tidak ada kata yang tidak mungkin.

Tidak kurang dari 3.795 calon mahasiswa baru akan mengikuti PBAK di IAIN Surakarta. Dari jumlah tersebut, panitia pelaksana membagi menjadi beberapa kelompok, dengan tujuan agar para mahasiswa dapat lebih mudah menangkap materi yang akan diberikan.

Materi PBAK 2019

Materi PBAK tahun 2019 yang disampaikan meliputi, Ke-IAIN-an, ke-Islaman, Ke-Indonesiaan, Karakter Building, Kefakultatifan, Ke-siakad-an, dan pengenalan UKM dan Ormawa.

“Tema yang diangkat pada kegiatan PBAK ini adalah Menyebarkan Islam Ramah (Moderat dalam beragama, kritis dalam berfikir dari IAIN Surakarta untuk Indonesia Berbhineka)”, ucap Azizul Muhtar selaku Ketua Pelaksana PBAK IAIN Surakarta 2019.

PBAK 2019 diharapkan mampu memberikan pemahaman terhadap peserta bahwa, sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kampus Islam dapat menjadi contoh dalam menebarkan nilai-nilai hidup yang moderat dalam beragama dan memiliki wawasan ilmu yang luas.

Dalam pengaplikasian ilmu di kehidupan sehari hari, mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh yang baik terhadap keberagaman bangsa, serta memiliki nalar kritis dalam bersikap maupun berfikir sehingga mampu menyaring informasi yang diperoleh dengan baik.

Melalui kegiatan UKMFire #7 yang bertema Mulat Sariro Hangroso Wani, Paguyuban Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)/ Unit Kegiatan Khusus (UKK) di IAIN Surakarta memamerkan bakat mereka dihadapan ribuan mahasiswa baru untuk menarik anggota baru.

Acara ini digelar sebagai penyambutan mahasiswa baru yaitu Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Acara yang diselenggarakan pada Rabu (7/8/2019) di halaman parkir Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT) berlangsung dengan sangat meriah.

Zulfan Arif selaku Ketua Paguyuban UKM menjelaskan, maksud mengangkat tema Mulat Sariro Hangroso Wani bahwa sebagai mahasiswa harus berani melihat kekurangan yang terdapat pada diri kita dan siap menerima kritik dari siapapun kapanpun di mana saja.

Pengenalan UKM

Dalam acara ini, komunitas Seni Rupa dan Design (SRD) ikut berpartisipasi, dengan satu karyanya yang dapat dilihat yaitu lukisan background dari UKM FIRE#7.

Dalam sambutannya Wakil Rektor III Dr. H. Syamsul Bakri, M. Ag menyampaikan bahwa UKM FIRE merupakan salah satu sarana UKM/UKK untuk mengenalkan potensi-potensi minat bakat kepada mahasiswa baru.

Hal ini merupakan cara penting sebagai tempat untuk menyalurkan dan melatih minat bakat dari mahasiswa baru melalui kegiatan-kegiatan yang ada di UKM/UKK.

Acara pengenalan UKM/UKK ini berlangsung satu hari dari pagi sampe sore. Sebanyak 18 stand UKM/UKK ikut memeriahkan acara ini, dan dilanjutkan setiap stand menampilkan kreativitas baik berupa karya maupun atraksi.

Dari 18 UKM/UKK yang ada di IAIN Surakarta yaitu Bela diri, Dista Fm, GAS-21, JQH Al Wustho, KOPMA, KSR PMI, Locus, LPM Dinamika, Marcing Band, Menwa, Olah Raga, Racana, Seni Rupa dan Design, SPECTA, Tari, Teater Sirat, T-Maps, Ukmi Nurul ‘Ilmi.

Memasuki hari ke-3 Kamis (8/8/2019) rangkaian kegiatan pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) 2019, peserta diberikan materi tentang ke-Islaman secara perkelas masing-masing. Terdapat hal yang menarik pada PBAK tahun ini jika dibandingkan tahun lalu, pada kesempatan kali ini peserta mendapat materi tentang terorisme.

Brigjen Herwan Khaidir selaku Kepala Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penangggulangan Terorisme (BNPT) berpesan, sebagai mahasiswa penerus bangsa jangan sampai masuk ke dalam paham-paham radikal yang antipancasila sehingga dapat dengan mudah terjerumus ke dalam terorisme yang berkedok jihad.

Herwan Khaidir menekankan agar seluruh peserta PBAK untuk satu tekad bersama yaitu Indonesia damai, meningkatkan nasionalisme dan jangan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak perlu.

Sebelum ditutup Herwan mengajak para peserta bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri.

Di pengujung acara PBAK, Bapak H. Mudhofir. M.Ag melakukan penutupan secara simbolis yaitu pemukulan gong dan diikuti peserta dengan membunyikan peluit bambu bersama-sama sekaligus tepuk tangan.

Kemudian acara ditutup dengan melakukan selebrasi bersama di Lapangan Utama IAIN Surakarta.