SMKN 1 Tanon Sragen Dibuka 2020, Bakal Ada Jurusan Seni Budaya

Sekda Jateng, Sri Puryono, meletakkan batu pertama pembangunan gedung SMKN 1 Tanon di Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, Jumat (9/8 - 2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
13 Agustus 2019 17:20 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berharap SMKN 1 Tanon di Kabupaten Sragen sudah bisa menerima siswa baru pada 2020. Dana senilai Rp6 miliar disiapkan untuk membangun SMKN 1 Tanon di lahan seluas 1,7 hektare di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono, mengatakan dana senilai Rp6miliar dari APBD Provinsi dan APBN disiapkan untuk membangun gedung SMKN 1 Tanon.

Dia memperkirakan butuh dana total Rp10 miliar hingga Rp11 miliar untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah. Kendati begitu, Sri Puryono berharap SMKN 1 Tanon bisa menerima siswa pada 2020.

“Nantinya akan ada Jurusan Seni Budaya. Harapan kami, banyak generasi muda yang belajar seni dan budaya. Setelah lulus nanti mereka akan dibutuhkan pasar. Kalau mau melanjutkan pendidikan ya ke ISI [Institut Seni Indonesia] Solo, kan dekat. Sangat disayangkan, di sana itu, justru lebih banyak mahasiswa dari luar Jateng,” ucap Sri Puryono saat ditemui wartawan di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan SMKN 1 Tanon, Jumat (9/8/2019).

Sri Puryono menjelaskan wilayah Soloraya, termasuk Sragen, merupakan gudangnya seniman dan budayawan. Dia mencontohkan di Sragen terdapat seniman kenamaan seperti dalang Ki Gondo Darman, sinden Suharni, Sunyahni, dan lain-lain.

Seni budaya itu mengajarkan budi pekerti luhur. Ada yang menyebut budaya itu adalah roh bangsa. Jadi, kalau mau menghancurkan bangsa ya bisa dimulai dengan menghancurkan budayanya dulu,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, mengatakan SMKN 1 Tanon dibangun di lahan kas desa seluas 1,7 hektare. Menurutnya, tanah kas desa itu sudah dicarikan lahan pengganti.

Dana senilai Rp6 miliar dari APBD Jateng dan APBN itu rencananya akan digunakan untuk membangun enam ruang kelas baru, ruang perpustakaan, ruang guru, jamban, pagar keliling, saluran air, akses jalan dan lain-lain.