Sakit Setelah Ikut Upacara, Anak SD di Slogohimo Wonogiri Meninggal

Ilustrasi Sekolah Dasar (Solopos - Whisnupaksa)
14 Agustus 2019 19:15 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Siswi kelas V SDN 2 Soco, Slogohimo, Wonogiri, Adila Azzahra, 11, meninggal dunia seusai mengikuti kegiatan Pramuka di sekolahnya, Selasa (13/8/2019).

Meninggalnya Aqila diduga karena ada gangguan jantung dan penyakit bawaan lainnya. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Aqila sempat pergi ke sekolah pada Selasa pagi.

Pada Selasa siang, bocah asal Desa Soco, Slogohimo, itu ikut upacara kegiatan kepramukaan di lapangan Desa Made, Kecamatan Slogohimo. Saat itu, ia merasa sesak napas dan masuk angin.

Melihat kondisi itu, guru pendampingnya menghubungi orang tua Aqila agar menjemputnya pulang.

“Aqila sempat pulang ke rumah. Di rumah, ia muntah-muntah lalu di bawa ke RS Amal Sehat Slogohimo,” kata Kasubbag Humas Polres Wonogiri, Iptu Suwondo, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, kepada Solopos.com, Rabu (14/8/2019).

Setelah ditangani dokter di RS, kondisi Aqila berangsur sembuh. Ia diperbolehkan pulang ke rumah. Lalu sekitar pukul 22.00 WIB, Aqila kembali muntah-muntah dan dada sesak napas.

Keluarganya lalu membawa kembali bocah itu RS Amal Sehat Slogohimo. Namun, pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Aqila dinyatakan meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan. Namun, kabarnya pada Selasa siang, korban membeli es karena cuaca panas dan lapangan berdebu,” imbuh Suwondo.

Pejabat Humas RS Amal Sehat Slogohimo, Wonogiri, Imawan Haris Nur Salim, membenarkan soal meninggalnya Aqila. Hasil pemeriksaan tim dokter menduga meninggalnya Aqila karena ada gangguan jantung.

Gejala penyakit ini cenderung sangat cepat. Hal itu diperparah dengan cuaca ekstrem, berdebu, dan dingin sekali saat malam.

“Tak hanya itu, kondisi Aqila saat dibawa ke RS sudah ngedrop. Jadi bukan karena kegiatan Pramukanya. Korban sudah tidak fit sejak awal dan orang tuanya mengetahui hal itu. Yang bersangkutan juga memiliki riwayat penyakit bawaan. Mungkin karena ingin bertemu teman-temannya, dia memaksakan diri datang ke sekolah,” terang Imawan.