Penuh Sampah, Begini Penampakan Menyedihkan Kali Pepe dan Premulung Solo

Aliran Kali Pepe di perbatasan Kelurahan Mangkubumen dan Gilingan dipenuhi sampah, Selasa (13/8/2018). (Istimewa - Pekarya Sungai Solo)
15 Agustus 2019 04:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.cm, SOLO -- Sampah memenuhi aliran Kali Pepe di perbatasan Kelurahan Gilingan dan Mangkubumen, tak jauh dari Stasiun Solo Balapan, Rabu (14/8/2019).

Tumpukan sampah itu mengambang di aliran air yang berwarna hijau kehitaman. Ragam sampah yang ada di antaranya plastik bekas, styrofoam bekas makanan, botol plastik, bambu, dedaunan, hingga boks kayu. Saat angin berembus, aroma tak sedap menguar dari situ.

Warga setempat, Sugiyono, mengatakan sampah-sampah tersebut berasal dari hilir. Aliran sungai yang seharusnya mengalir dari hulu ke hilir kini berbalik.

“Kalau musim kemarau pasti seperti ini karena dasar sungai di depan rumah saya dibanding yang di bawah jembatan rel kereta api [arah hilir] lebih rendah. Kalau kita tengok alirannya kan malah enggak ke hilir tapi balik ke hulu. Ya, kadang kami bersihkan. Pernah sampahnya sampai satu pikap, tapi datang lagi,” ucap warga Kampung Munggung RT 004/RW 003 Kelurahan Gilingan, Banjarsari, itu, Rabu.

kali premulungAliran Kali Premulung di selatan Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, dipenuhi sampah, Rabu (14/8/2019). (Istimewa/Pekarya Sungai Solo)

Warga lain, Sulastri, mengaku sudah cukup lama mengeluhkan kondisi sampah tersebut. Imbauan untuk tidak membuang sampah di sungai pun terpasang di sepanjang aliran.

“Kami sendiri enggak pernah buang sampah ke sungai. Sampah-sampah itu entah dari hulu atau hilir yang kembali,” kata dia.

Beberapa tahun lalu kondisi Kali Pepe jauh lebih baik dibandingkan saat ini. Masyarakat sekitar kerap menabur benih ikan untuk dipancing. Aktivitas itu, masih dilakukan sampai saat ini meski tak sebanyak dulu.

Hal serupa terjadi di Kali Premulung, tepatnya di selatan Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon. Kondisinya lebih parah, sampah memenuhi hampir seluruh permukaan sepanjang 50-an meter.

Sukarelawan Pekarya Sungai Solo, Sri Mahanani Budi Utomo, berharap masyarakat sadar untuk mencintai sungai. “Tumpukan sampah di perbatasan Gilingan dan Mangkubumen yang di utara rel bisa bergerak lebih ke utara lagi. Tapi kalau yang dari selatan rel sepertinya enggak bisa. Jadi kalau sampah hilir balik ke hulu sepertinya tidak mungkin secara teori,” kata dia.

Budi mengatakan kemungkinan tumpukan sampah di Kali Premulung berasal dari luar Solo lantaran alirannya lebih panjang. “Hilirnya Kartasura ke barat, tapi saya enggak tahu alur pastinya. Pekan depan kami berencana membersihkan sampah di kedua titik itu,” ucap Budi.