Solopos Hari Ini: Rp1 Triliun untuk SPP Gratis

Harian Umum Solopos edisi Kamis (15/8 - 2019).
15 Agustus 2019 10:15 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) akan mengalokasikan dana sekitar Rp1 triliun dari APBD 2020 untuk menggratiskan SPP bagi siswa SMAN dan SMKN.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan anggaran untuk menggratiskan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) SMAN dan SMKN itu sudah masuk dalam tahap pembahasan di tingkat legislatif.

Jika disetujui, kebijakan itu akan diterapkan tahun depan. "Ini kami lagi siapkan. Mudah-mudahan lancar semua. Kalau iya, kami akan menjamin setidaknya siswa yang miskin biaya sekolahnya gratis," ujar Ganjar saat dijumpai Semarangpos.com di Kantor PWI Jateng, Kota Semarang, Rabu (14/8/2019).

Ulasan mengenai penggratisan biaya SPP SMAN dan SMKN itu masih menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (15/8/2019). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, ada ulasan mengenai pengungkapkan sosok menteri muda di kabinet Jokowi. Sang presiden telah mengungkapkan desain untuk kabinetnya.

Ada Menteri Muda, 55% Profesional, Jaksa Agung Nonparpol

Joko Widodo (Jokowi) mengungkap desain kabinetnya pada periode kedua sebagai presiden. Dari usia, latar belakang, hingga kementerian baru. Janji Jokowi soal kabinet barunya ini diungkapkan dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Dalam pertemuan itu, Jokowi tak menyebut secara spesifik nama menteri yang dimaksud. Menurut Jokowi, kabinetnya akan diisi kalangan generasi muda. Bahkan, kata Jokowi, ada menteri muda yang berusia di bawah 30 tahun.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar mengenai rencana Pemprov Jateng yangingin menglola Tahura di Karanganyar. Ada pula berita dari sidang kasus pembunuhan caleg Sragen di Wonogiri.

Pemprov Ingin Kelola Tahura

Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengelola taman hutan rakyat (Tahura) K. G. P. A. A. Mangkunagoro I di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, terancam gagal. Diawali dari informasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, yang sudah membalas surat Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tentang pengelolaan Tahura K. G. P. A. A. Mangkunagoro I.

Kurang lebih isinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng berencana mengelola dan mengembangkan Tahura. Artinya Pemprov tidak berencana menyerahkan pengelolaan Tahura kepada Pemkab sesuai amanat UU No. 23/204 tentang Pemerintahan Daerah.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Nurhayati dan Sugimin Pertama Kenal di Bus

Nurhayati, 41, mengenal Sugimin, 51, pada 2016 secara tak sengaja. Keduanya berkenalan saat duduk berdampingan di bus dari Kediri menuju Solo. Berawal dari pertemuan itu, keduanya menjalin asmara terlarang, hingga Nurhayati hamil dua bulan.

Rangkaian peristiwa itu terdapat dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Bagyo Mulyono, pada sidang pertama perkara pembunuhan Sugimin dengan terdakwa Nurhayati dan suaminya, Nurwanto, 42, di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri, Rabu (14/8/2019) siang.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.