Calhaj Asal Sragen Meninggal Karena Kelelahan Seusai Tawaf dan Sa'i

Sejumlah warga dan Muspika Sukodono, Sragen, menggelar doa bersama seusai salat gaib di rumah calhaj asal Dukuh Kebon Agung RT 006, Desa Newung, Sukodono, Sragen, Rabu (14/8/2019) malam. (Istimewa - Sutrisna)
15 Agustus 2019 15:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Calon haji (calhaj) asal Dukuh Kebon Agung RT 006, Desa Newung, Kecamatan Sukodono, Sragen, Sulimah, 85, meninggal dunia saat proses menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, Rabu (14/8/2019) malam.

Sulimah meninggal dunia diduga karena kecapaian setelah melaksanakan tawaf idadoh dan sa’i. Berita duka tersebut disampaikan Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno yang juga tengah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, Kamis (15/8/2019).

Lewat pesan singkat Whatsapp kepada Solopos.com, Dedy menjelaskan Sulimah berangkat haji dalam kloter 7 Embarkasi Solo rombongan 4. Dia mengatakan saat melaksanakan tawaf dan sa’i Sulimah sudah menggunakan kursi roda.

“Semoga meninggalnya di Tanah Suci almarhumah menjadi pertanda beliau mendapat kemuliaan husnul khatimah. Semoga diampuni semua dosa dan kesalahannya, dijauhkan dari siksa kubur, dan nantinya bersama-sama dikumpulkan di surga-Nya, aamiin,” doa Dedy.

Dedy menyampaikan Sulimah berhaji bersama anaknya Suyadi dan menantunya (istri Suyadi). Dedy menduga faktor usia yang sudah tua menyebabkan Sulimah kecapaian.

Dia mengatakan selama proses wukuf di Musdalifah dan Mina selama lima hari dan kurang tidur cukup menguras energi Sulimah. Sementara itu, Camat Sukodono Riyadi Guntur Rilo Subroto sempat bertakziah ke rumah duka di Newung pada Rabu malam.

Guntur menyampaikan almarhum memang sudah sepuh. Saat Guntur memberi tahu berita duka itu, keluarga sudah mengetahui lebih dulu.

“Saat takziah, kami sempat melaksanakan salat gaib dan yasinan. Keluarga sudah ikhlas. Informasi dari dokter puskesmas, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit apa-apa,” ujarnya.