Suket E-KTP Gampang Rusak, Warga Sukoharjo Salahkan Disdukcapil

Ilustrasi e/KTP (Solopos/Dok.)
16 Agustus 2019 05:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Surat keterangan (suket) pengganti sementara kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) gampang rusak. Warga pun melayangkan protes ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo.

Suket itu dari kertas biasa yang diterbitkan Disdukcapil ketika blangko cetak e-KTP habis dan belum dikirim dar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sejak Juni lalu.

Merujuk data, Disdukcapil Sukoharjo hingga kini telah menerbitkan 8.000 suket sebagai pengganti e-KTP. “Data terakhir seusai Lebaran dari awal Juni hingga Agustus ini ada 8.000 orang belum menerima pencetakan e-KTP. Mereka hanya dapat suket,” ungkap Kepala Dispendukcapil Sukoharjo Sriwati Anita, Rabu (14/8/2019).

Suket sebagai pengganti e-KTP dapat digunakan warga dengan masa berlaku sekitar enam bulan. Selanjutnya apabila belum menerima pencetakan e-KTP juga, warga bisa meminta suket lagi ke Disdukcapil Sukoharjo.

Dispendukcapil Sukoharjo terpaksa mengeluarkan suket sebagai pengganti sementara e-KTP pada warga mengingat kondisi sekarang tidak memiliki blangko cetak.

“Stok habis karena Kemendagri belum mengirimkan blangko cetak KTP-el,” katanya.

Dia mengatakan antrean e-KTP terus bertambah mengingat dalam satu hari ada sekitar 300 orang yang mengurus e-KTP. Sementara hingga sekarang belum ada kejelasan dari pemerintah pusat soal pengadaan blangko cetak e-KTP. Padahal stok di daerah sudah habis sejak lama dan Pemkab Sukoharjo hanya bisa menunggu karena tidak memiliki kewenangan untuk mencentak e-KTP.

“Nah masalahnya kami kerap diprotes warga karena suket yang diterbitkan hanya berupa kertas biasa. Kalau dilipat saja sudah rusak. Bahkan ada yang bolak-balik ganti suket karena rusak,” katanya.

Disdukcapil Sukoharjo meminta pemerintah pusat segera turun mengatasi masalah tersebut. Tak sedikit masyarakat menyalahkan Dispendukcapil terkait penerbitan suket.

Warga Kaworan, Geneng, Kecamatan Gatak, Eko Bagus, salah satu warga yang mengeluhkan habisnya blangko e-KTP. Dirinya bahkan beberapa kali mengganti suket yang rusak karena terlipat-lipat. “Sekarang mau naik kereta saja menunjukkan KTP, mau tidak mau saya bawa suket dan saya lipat-lipat di dompet. Bolak balik dibuka ya jadinya rusak,” keluhnya.

Dia berharap blangko e-KTP segera didistribusikan ke daerah sehingga kartu identitas kependudukannya bisa dicetak.