3.000 Pendaki Serbu Gunung Merbabu Malam Ini

Gunung Merbabu. (Solopos/Dok)
16 Agustus 2019 16:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Sekitar 3.000 pendaki dari berbagai daerah akan memadati puncak Gunung Merbabu pada malam perayaan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI, Jumat (16/8/2019) malam ini.

Berdasarkan data pendaftaran online milik Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu, jumlah pendaki yang akan naik gunung melalui jalur Selo, Boyolali, mencapai 2.908 orang.

“Berdasarkan aplikasi sistem pendataan dan monitoring [Sidaring], angka ini belum termasuk pendaki yang go show [datang langsung] melalui empat jalur pendakian lainnya,” ujar Kasubbag Tata Usaha (TU) BTNG Merbabu Johan Setiawan mewakili kepala BTNG Merbabu, Junita Parjanti, saat ditemui wartawan, Jumat.

Untuk diketahui Gunung Merbabu memiliki lima jalur resmi pendakian.

Yakni jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali, jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan serta jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, di Kabupaten Semarang, jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan serta jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, di Kabupaten Magelang.

Menurut Johan, berdasarkan angka pendakian sebelumnya, jalur pendakian favorit adalah Selo.

“Sehingga kemungkinan jumlah pendaki nanti sekitar 3.000 lebih,” imbuhnya. Konsentrasi massa terbagi pada empat lokasi yakni pos II, pos III (Watu Tulis), sabana I, dan sabana II.

Untuk memudahkan pemantauan, BTNG Merbabu memberikan  gelang Sidaring keada ketua kelompok pendaki yang mendaftar secara online. Pada gelang tersebut tertanam chip yang memuat data-data yang terintegrasi dengan pusat data maupun komputer pemantau.

“Gelang itu diberikan kepada pendaki saat melakukan registrasi di pintu masuk dan akan dikembalikan pada saat mereka turun gunung. Posisi mereka akan terpantau melalui pemindai yang berada di sabana/puncak,” ungkap dia.

Selain itu, pihak BTNG Merbabu mengerahkan petugas serta bekerja sama dengan para sukarelawan dan warga untuk mengamankan titik tertentu di sepanjang jalur pendakian.