Ngaku TNI Untuk Kelabui Perempuan, Warga Semarang Ditangkap di Boyolali

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
16 Agustus 2019 17:35 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang pria asal Desa Ngadirego, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Sudiyat, ditangkap aparat Polres Boyolali karena menipu seorang perempuan asal Wonogiri dengan modus mengaku sebagai anggota TNI.

Sudiyat ditangkap di Kartasura, Sukoharjo, Kamis (15/8/2019) malam. Sudiyat membawa kabur sepeda motor korbannya, seorang perempuan bernama Wulan Marhaningsih, warga Desa Timang Kecamatan Wonokerto, Wonogiri.

Sudiyat berkenalan dengan Wulan Marhaningsih melalui media sosial. Perkenalan ini berlanjut dengan pertemuan di Hartono Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Selasa (13/8/2019).

Saat berkenalan, kepada Wulan, Sudiyat mengaku sebagai anggota TNI. Untuk meyakinkan Wulan, Sudiyat berpura-pura mengajaknya bertemu dengan orang tua Sudiyat di Semarang mengendarai sepeda motor Honda Vario AD 2375 AYG milik Wulan.

Sesampainya di jalan Solo-Semarang, tepatnya di Alfamart Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, Sudiyat berpura-pura akan membeli sesuatu. Setelah mereka berhenti di halaman toko modern itu, Wulan diberi uang Rp100.000 oleh Sudiyat dan dimintai tolong membeli pembalut untuk ibunya.

“Korban lalu masuk toko untuk berbelanja. Namun setelah korban keluar dari Alfamart, ternyata Sudiyat sudah kabur dengan sepeda motornya. Sudiyat juga membawa kabur tas korban yang berisi dompet, uang tunai Rp100.000, surat-surat kendaraan dan kartu identitas, kartu ATM, dan lainnya,” ujar Kasatreskrim Iptu Mulyanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro kepada wartawan, Jumat (16/8/2019).

Setelah kejadian, Wulan langsung melapor ke Mapolsek Ampel. Laporan itu langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Ampel dan tim Sapu Jagad Satreskrim Polres Boyolali melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan mengarah kepada Sudiyat sehingga tim langsung merencanakan penangkapan. “Akhirnya pelaku ditangkap di daerah Kartasura dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Boyolali untuk diperiksa lebih lanjut,” imbuh Mulyanto.

Berdasar pemeriksaan polisi, pelaku sudah melakukan tindak pidana serupa enam kali dengan sasaran berbeda. Lima kasus dilakukan di Ampel dan sekali di Kecamatan Getasan, Semarang.