2 Pengguna Jalan Dikeroyok Puluhan Pemuda di Jl. Tentara Pelajar Klaten

ilustrasi penganiayaan dan pengeroyokan. (Solopos/Dok)
16 Agustus 2019 14:30 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Dua pengguna jalan di Jl. Tentara Pelajar Klaten menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan pemuda di jalan setempat, Jumat (16/8/2019) pukul 00.30 WIB. Aparat Satreskrim Polres Klaten bertekad memburu puluhan pengeroyok tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com, aksi pengeroyokan yang dilakukan puluhan pemuda itu bermula saat para pemuda berkonvoi di kawasan perkotaan Klate mengendarai sepeda motor.

Saat di dekat Stadion Trikoyo Klaten, para pemuda itu melaju beriringan dengan pengguna jalan lainnya, Sumitro dan Hendi. Sumitro dan Hendi saling berboncengan saat mengendarai sepeda motor. Keduanya merupakan warga pendatang yang bekerja di kawasan Gayamprit, Klaten Selatan.

Kebetulan, knalpot sepeda motor yang ditumpangi Sumitro dan Hendi mengeluarkan suara keras. Hal ini memicu emosi para pemuda itu dan kemudian mereka mengejar Sumitro dan Hendi.

Puluhan pemuda itu langsung menghentikan laju sepeda motor Sumitro dan Hendi lalu mengeroyok keduanya. Di antara mereka ada yang memukul kepala Sumitro dan Hendi dengan menggunakan helm.

“Kasus ini memang bermula saat knalpot sepeda motor Sumitro dan Hendi mengeluarkan suara jedar. Korban pengeroyokan itu tak berniat nggleyer-nggleyer sepeda motornya. Saat kejadian itu, ada mobil patroli polisi yang melintas juga. Jadi kejadiannya sangat cepat. Para pengeroyok itu langsung melarikan diri ke arah utara [arah kantor PDAM Klaten],” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, kepada solopos.com, Jumat pagi.

Dia menjelaskan kondisi kedua korban memang luka tapi tidak kritis. Lukanya di bagian kepala.

AKP Dicky Hermansyah mengatakan polisi langsung menyelidiki kasus tersebut.

Salah satu petugas keamanan di sekolah Lazuardi Klaten, Sugeng, mengakui ada aksi pengeroyokan di Jl. Tentara Pelajar Klaten, Jumat dini hari.

“Semalam yang jaga di sini teman saya, Pak Hari. Tapi yang bersangkutan sudah pulang. Saya juga tak menyimpan nomor telepon seluler-nya. Saat bertemu tadi pagi, saya dikasih tahu sekilas, ada kasus pengeroyokan di depan. Polisi juga datang ke sini meminta rekaman kamera CCTV. Tapi, rekaman kamera CCTV di depan memang baru mati,” katanya.