RSUD Semanggi Solo Belum Bisa Layani Pasien Meski Sudah Diresmikan, Ini Alasannya

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan RSUD Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (13/3 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
18 Agustus 2019 21:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno di Semanggi, Solo, sudah diresmikan pada Sabtu (17/8/2019). Kendati demikian, rumah sakit bertipe C itu belum bisa melayani pasien.

Hal itu karena RS tersebut masih perlu melengkapi persyaratan administrasi. Pelayanan baru bisa dilaksanakan paling cepat 1 September 2019.

Direktur RSUD Bung Karno, Wahyu Indianto, mengatakan syarat administrasi yang tengah diurus di antaranya surat izin praktik (SIP) dokter dan pemenuhan stok obat-obatan.

“SIP itu keluar setelah surat izin operasional diserahkan. Kemudian, dari farmasi, obat-obatan itu enggak akan dikirim ke rumah sakit kalau SIP belum keluar. Proses itu harus kami lalui," jelas Wahyu seusai peresmian, Sabtu.

Wahyu menargetkan sistem, obat , tenaga, dan sebagainya sudah siap pada 1 September. Meski termasuk rumah sakit pemerintah, RSUD Bung Karno harus taat aturan.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan peresmian sengaja digelar pada 17 Agustus sebagai simbol kemerdekaan, yakni kemerdekaan dalam bidang kesehatan.

“Ini adalah bukti hadirnya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saya mendengarkan pidato Bung Karno yang bercita-cita bisa menikmati listrik, radio, dan pelayanan kesehatan layak,” ucap Rudy, sapaan akrabnya.

Selain bisa memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Solo bagian selatan, rumah sakit ini diharapkan mampu menyediakan lapangan kerja baru dan menggeliatkan perekonomian di sekitarnya.

“Nanti akan banyak orang datang ke sini karena teknologinya lebih bagus. Tenaga kebersihan, satpam, dan sebagainya itu orang lokal sini semua, 80 persen orang Solo,” kata dia.

Sebelumnya, dalam jumpa pers Jumat (16/8/2019), Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan RSUD Bung Karno menempati bangunan enam lantai dengan kapasitas 200 tempat tidur.

Perinciannya, kelas VIP 11 kamar, kelas III 108 kamar, kelas II 48 kamar, dan kelas I 32 kamar. Seluruhnya berdiri di lahan seluas 1,1 hektare.

Tenaga RSUD Bung Karno diisi aparatur sipil negra (ASN) dan tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK). Layanan yang tersedia meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, rawat jalan, ICU, radiologi, dan layanan hemodialisa yang direncanakan memiliki 24 mesin cuci darah terbaru.

Sejumlah fasilitas unggulan yang ditawarkan seperti ruang bedah modern bersistem pendant, radiologi dan imaging yang canggih, serta sentral sterilisasi yang andal.