Pawai Pembangunan Di Solo Disisipi Gerakan Melawan Narkoba

Suasana pawai kebangsaan memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Solo, Minggu (18/8/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
18 Agustus 2019 23:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pawai Pembangunan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI, Minggu (18/8/2019, disisipi gerakan perlawanan terhadap narkoba.

Gerakan itu dimasukkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo. Mengusung tema Milenium Sehat Bebas Narkoba, BNN Kota Solo mengampanyekan perlawanan terhadap narkotika. 

Berbagai spanduk bertuliskan tentang bahaya narkotika hingga kalimat menggelitik pembaca ditampilkan pada pawai itu. Kepala BNN Kota Solo, AKBP Ridho Wahyudi, saat ditemui Solopos.com di kawasan Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (18/8/2019), mengatakan selain mengikuti pawai pembangunan, BNN Kota Solo menjalankan fungsi pencegahan terhadap peredaran narkoba kepada masyarakat Kota Solo

Berbagai kalimat unik seperti "Suami Minggat karena Narkoba" dianggap lebih mengena kepada warga maupun peserta pawai yang mencapai ribuan orang. Tema Milenium Sehat Bebas Narkoba yang tertulis besar di bagian depan mobil pawai ini mengingatkan pada generasi muda agar menghindari narkoba. 

"Generasi milenium mulai kelahiran 1981 hingga saat ini merupakan calon penerus bangsa sehingga harus dijaga agar tidak terjerumus dalam bahaya narkotika," ujarnya.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan pawai kebangsaan menjadi stimulasi bagi masyarakat agar selalu berkegiatan positif. Melalui pawai pembangunan itu Pemkot Solo mengingatkan empat pilar bangsa yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan UUD 1945.

"Tema pawai pembangunan sama dengan tema HUT ke-74 Republik Indonesia yakni SDM Unggul Indonesia Maju dengan gotong royong sesuai implementasi Pancasila. Dengan pawai pembangun masyarakat menjadi terlibat dalam perayaan kemerdekaan untuk merajut kebinekaan, meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Pantauan Solopos.com, pawai kebangsaan dimulai dari Sriwedari menuju Balai Kota Solo sekitar pukul 15.00 WIB. Arus lalu lintas di Jl. Bhayangkara ditutup untuk menampung kendaraan peserta pawai. 

Kondisi Jl. dr. Radjiman dari Simpang Empat Baron ke arah barat cukup padat hingga Simpang Empat Baron Cilik. Kendaraan yang menuju ke arah utara dialihkan ke barat untuk menghindari kawasan Sriwedari. 

Sementara itu, kepadatan juga sempat terjadi di Jl. Dr. Wahidin dari arah selatan ke utara. Dari arah utara, kendaraan roda empat yang biasanya dilarang melintas, selama pawai diperbolehkan melintas. 

Kondisi ruas Jl. Dr. Wahidin seluruhnya padat karena ada penutupan di Simpang Empat Gendengan ke arah timur sehingga kendaraan di Jl. Slamet Riyadi dari arah barat diarahkan ke Jl. Dr. Wahidin atau ke Jl. dr. Moewardi. 

Sempat terjadi kepadatan lalu lintas juga di Jl. dr. Moewardi namun kawasan flyover Manahan lancar.