Bupati Karanganyar Emoh Nyerah Perjuangkan Pengelolaan Tahura Ngargoyoso

Taman Hutan Rakyat (Tahura) K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Ngargoyoso, Karanganyar. (Solopos - Dok)
18 Agustus 2019 16:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bupati Karanganyar, Juliyatmono, belum menyerah meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) sudah memastikan hak pengelolaan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngargoyoso jatuh ke tangan mereka.

Bupati yang akrab disapa Yuli itu sudah melayangkan surat ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk memperjuangkan Tahura agar bisa dikelola Pemkab Karanganyar.

Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu menyatakan akan tetap memperjuangkan Tahura. Dasarnya adalah UU No. 23/2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Menurut Yuli, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) sudah menyerahkan Tahura kepada Pemkab Karanganyar, dua tahun lalu.

"Sama-sama berjuang. Saya juga berjuang ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup [dengan] mengirim surat. Saya berkeyakinan itu bisa segera diserahkan [ke Pemkab]," jelas Yuli kepada wartawan, pekan lalu.

Menurut Yuli, pengelolaan Tahura mestinya sudah diserahkan ke Pemkab dua atau tiga tahun lalu kalau mengacu pada undang-undang itu. Yuli mendesak Gubernur Jateng menyerahkan pengelolaan Tahura ke kabupaten.

Yuli mengaku memaklumi apabila Pemprov Jateng berupaya mempertahankan Tahura. Salah satu cara Pemprov mempertahankan Tahura dengan mengajukan permohonan pengelolaan kawasan baru di Kabupaten Wonogiri.

"Provinsi meminta agar Tahura dalam satu wilayah bergandengan dengan Wonogiri. Harapannya terbit surat Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup supaya Tahura menyatu antara Karanganyar dan Wonogiri. Padahal itu tidak bisa," tutur dia.

Dia berharap pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup mempertimbangkan undang-undang yang berlaku. Ironis ketika Kabupaten Karanganyar dikenal dengan julukan Bumi Intanpari (industri, pertanian, dan pariwisata) tetapi Pemkab Karanganyar tidak memiliki aset khusus di bidang pariwisata.

"Karanganyar enggak banyak punya aset untuk objek wisata. Secara lisan saya juga akan matur ke Menteri atau Presiden juga. Kami tidak punya aset yang menjadi destinasi wisata. Ke depan itu strategis. Tahura itu cantik menjadi destinasi wisata alam," jelas Yuli.

Yuli pun menegaskan komitmennya menjaga Tahura sesuai pemanfaatannya. Dia akan memperjuangkan objek wisata itu sampai kapan pun. "Harapan saya tahun ini bisa diserahkan dan koordinasi pemanfaatan," tutur dia.

Selain Tahura, Yuli juga menyinggung tentang rencana menjadikan Gunung Lawu sebagai taman nasional. Salah satu pertimbangannya adalah agar hutan dan ekosistem Gunung Lawu lebih terpelihara.