2.000 Ekor Anak Ayam di Karanggede Boyolali Mati Gosong

Ribuan ekor ayam mati akibat kebakaran kandang di Karanggede, Boyolali, Selasa (20/8/2019). (Istimewa - Damkar Boyolali))
20 Agustus 2019 16:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sekitar 2.000 ekor anak ayam milik Tukul Utomo, peternak asal Dukuh Tempel, RT 001/RW 003 Desa Sempulur, Karanggede, Boyolali, mati akibat kebakaran yang menghanguskan kandang ayam, Selasa (20/8/2019) subuh.

Ribuan anak ayam jenis pedaging itu baru berusia 20 hari. Peristiwa itu terjadi lantaran malam sebelumnya Tukul menyulut api kecil untuk menghangatkan kandang ternaknya.

Api yang diletakkan dalam wadah mirip lampu teplok terbuka itu diduga jatuh mengenai benda yang mudah terbakar. Sekitar pukul 04.00 WIB keesokan paginya, api membesar dan membakar sebagian kandang.

Kandang semipermanen seluas kira-kira 500 meter persegi itu terbuat dari kayu dan terletak agak jauh dari permukiman warga dan rumah Tukul. “Api berkobar di kandang sisi timur, namun yang bagian barat baik-baik saja,” ujar Koordinator Damkar Boyolali, Dono Rumekso.

Tim damkar menerima informasi kebakaran itu via telepon dari tetangga Tukul, Ngatmo, setelah sejumlah warga melihat ada api berkobar di kandang ayam milik Tukul. Tim damkar tiba di lokasi sekitar pukul 04.30 WIB dengan mengerahkan tiga unit mobil dan 10 personel.

“Api cukup besar dan baru bisa padam sekitar pukul 07.00 WIB,” imbuh Dono.

Atas kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta. Terpisah, Kepala Desa Sempulur Sugiarto menyebutkan Tukul memang dikenal sebagai peternak ayam di desa itu. Dia memelihara sekitar 5.000 ekor ayam pedaging.