Kredit Pakai SK DPRD Solo Diyakini Capai Rp500 Juta, Begini Kata Legislator

Ilustrasi kredit (Solopos - Whisnupaksa)
22 Agustus 2019 10:30 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO --  Nilai kredit dengan agunan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai anggota DPRD Solo tahun ini diyakini akan naik signifikan hingga mencapai Rp500 juta. Sebab setahun terakhir legislator DPRD Solo mendapat dua jenis tunjangan baru, yaitu tunjangan transportasi dan tunjangan komunikasi.

Selain itu, saat ini kemampuan Bank Solo memberikan kredit kian baik dibandingkan tahun 2014. “Sekarang mungkin sudah mencapai Rp500 juta. Dulu [tahun 2014] kan modal Bank Solo belum cukup kuat,” ujar Legislator PDIP DPRD Solo, Wawanto, Rabu (21/8/2019).

Tapi legislator dari Dapil IV Solo itu mengaku belum ada rencana mengajukan kredit ke bank menggunakan SK pelantikannya sebagai wakil rakyat. Dia beralasan belum punya rencana kegiatan yang membutuhkan dana cukup besar.

Seperti yang terjadi tahun 2014 di mana dia mengajukan kredit ke Bank Solo dengan agunan SK DPRD. Saat itu dia mengajukan kredit hingga Rp250 juta untuk keperluan membeli tanah tegalan di kampungnya di wilayah Simo, Boyolali.

“Sekarang saya belum ada rencana jadi belum mengajukan pinjaman ke bank. Periode kemarin tidak hanya saya yang agunkan SK, banyak teman yang begitu,” sambung dia.

Ihwal alasan para legislator mengajukan kredit menurut Wawanto beragam, salah satunya untuk membeli aset sebagai tabungan masa depan. Penuturan senada disampaikan legislator muda PDIP dari Dapil I Solo, Ginda Ferachtriawan.

Pada tahun 2014 legislator yang getol mendorong kemajuan sepak bola Solo itu mengaku mengajukan kredit ke Bank Solo Rp70 juta. Menurut dia saat itu dia ikut mengajukan kredit dengan mengagunkan SK karena ada keperluan.

Dengan mendapatkan kredit sebesar itu, sebagian pendapatan bulanan Ginda dipotong otomatis untuk angsuran. “Saya lupa berapa nilai angsuran per bulannya. Tapi [uang pinjaman] bisa saya tutup dalam waktu tiga tahun,” urai dia.

Untuk saat ini Ginda belum berencana mengagunkan SK DPRD seperti yang dia lakukan di periode sebelumnya. “Tapi tidak tahu untuk teman-teman yang lain,” sambung dia.

Sementara itu, sumber solopos.com di Karangasem, Rabu, menuturkan beberapa hari terakhir para legislator mulai saling bercerita ihwal rencana mereka mengagunkan kredit ke bank. Bank Solo bakal menjadi jujukan para legislator untuk mengajukan kredit.

Seperti yang terjadi pada tahun 2014 di mana banyak legislator DPRD Solo yang mengajukan kredit dengan agunan SK ke bank pelat merah itu. Kala itu, nilai maksimal kredit yang diberikan Bank Solo dengan agunan SK DPRD hanya Rp250 juta.