Penusukan di Mangkubumen Solo, Warga Sukoharjo Meninggal

Ilustrasi penusukan. (Solopos - Dok)
22 Agustus 2019 14:40 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Bunta Tano, 44, warga Jl. Mawar Raya BQ-17 RT 005/RW 006 Madegondo, Grogol, Sukoharjo, meninggal dunia akibat ditusuk AN, warga Serengan, Solo, Rabu (21/8/2019) sore.

Penusukan itu terjadi di kediaman Edy Suntoro, warga Jl. Srigading III Mangkubumen, Banjarsari, Rabu sekitar pukul 15.00 WIB. Bunta sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak terselamatkan.

Informasi awal menyebut kasus penusukan itu terjadi dipicu cinta segitiga. Namun, polisi masih menyelidiki kasus ini guna mengungkap motif yang sebenarnya. AN saat ini sudah ditangkap aparat Polresta Solo.

Pedagang mi ayam di dekat tempat kejadian, Jono, mengaku tidak tahu persis apa motif AN menusuk Bunta. "Kabarnya yang menusuk anak mantunya Pak Edy [pemilik rumah tempat kejadian]. Kemarin geger banyak orang yang berdatangan di sini," ujar dia saat diwawancarai wartawan, Kamis (22/8/2019).

Jono mengatakan Bunta mengalami luka tusukan benda tajam di perut. Penuturan senada disampaikan Ketua RT 001/RW 011 Mangkubumen, Budi Priyono, 46, saat diwawancarai wartawan di rumahnya, Kamis siang.

Menurut Budi, penusukan Bunta bermula dari cekcok mulut pada Rabu sore. Saat itu Budi sedang duduk duduk santai di kampungnya tak jauh dari kediaman Edy.

Tiba-tiba terdengar suara orang sedang cekcok dari arah rumah Edy. Sejurus kemudian dia menuju sumber suara untuk mengingatkan pihak-pihak yang berseteru.

"Sesampai lokasi saya melihat Pak Edy dan pelaku. Saya kira mereka yang cekcok sehingga saya peringatkan. Tapi ternyata di sebelah kanan saya ada korban yang tergeletak kesakitan dalam posisi tengkurap," urai dia.

Terpisah, Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, saat dihubungi melalui telepon mengonfirmasi terjadinya penusukan yang membuat korban meninggal dunia. Setelah melakukan penusukan, pelaku langsung kabur ke Semarang.

Tapi dalam waktu sekitar 12 jam polisi berhasil menangkap pelaku. "Iya sudah berhasil ditangkap," urai dia.

Disinggung ihwal motif tindak penusukan yang dilakukan pelaku, Andy mengatakan masih didalami. Tapi informasi awal yang beredar kejadian tersebut karena ada cinta segitiga.

"Kami masih dalami informasi awal perihal cinta segi tiga. Tunggu perkembangan selanjutnya," terang dia.