Penusukan di Mangkubumen Solo Diawali Cekcok, Polisi Dalami Motif Cinta Segitiga

Ilustrasi penusukan. (Solopos - Dok)
22 Agustus 2019 18:15 WIB Kurniawan/Suharsih Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Polisi masih mendalami motif peristiwa penusukan yang berujung hilangnya nyawa Bunta Tano, 44, warga Jl. Mawar Raya BQ-17 RT 005/RW 006 Madegondo, Grogol, Sukoharjo, di Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Rabu (21/8/2019) sore.

Informasi awal menyebut peristiwa yang diawali dengan cekcok mulut itu dilatari motif cinta segitiga antara korban, pelaku dan istri pelaku. Namun, polisi belum bisa memastikan benar tidaknya motif tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, pelaku yang berinisial AN, warga Serengan, Solo, merupakan menantu Edy Suntoro, pemilik rumah di Jl. Srigading III Mangkubumen, Banjarsari, Solo, yang menjadi lokasi terjadinya penusukan.

Sedangkan korban, Bunta Tano, indekos di rumah tersebut. Saat jurnalis Solopos, Kurniawan, dan sejumlah rekan jurnalis lainnya hendak menemui Edy Suntoro, Kamis (22/8/2019) siang, yang bersangkutan masih shock setelah menjadi saksi mata atas kejadian pada Rabu sore itu.

Pada berita sebelumnya Edy memang disebutkan berada di lokasi saat peristiwa penusukan itu terjadi. Awak media hanya ditemui oleh anak Edy bernama Neni.

Neni mengatakan ayahnya masih shock dan butuh istirahat. Apalagi sang ayah juga mengalami luka goresan benda tajam di tangannya saat berusaha melerai percekcokan antara menantunya dengan korban.

Di sisi lain, polisi juga belum memberikan banyak informasi mengenai kronologi kejadian tersebut. Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, saat dihubungi melalui telepon mengatakana pelaku sudah ditangkap setelah sempat kabur ke Semarang sesaat setelah kejadian. "Iya sudah berhasil ditangkap," urai dia.

Disinggung ihwal motif tindak penusukan yang dilakukan pelaku, Andy mengatakan masih didalami. Tapi informasi awal yang beredar kejadian tersebut karena ada cinta segitiga.

"Kami masih dalami informasi awal perihal cinta segi tiga. Tunggu perkembangan selanjutnya," terang dia.