Mati Lampu saat Tampil di Colomadu Karanganyar, Cak Nun Ajak Penonton Nyanyi

Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dan Kiai Kanjeng pentas di Lapangan Baturan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (1/9 - 2019) malam. (Solopos/Iskandar)
02 September 2019 12:15 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pentas Budayawan Emha Ainun Nadjib yang akrab disapa Cak Nun bersama Kiai Kanjeng di Lapangan Baturan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Minggu (1/9/2019) malam, diwarnai insiden mati lampu.

Hal itu terjadi karena diesel sebagai daya penerangan dan sound system diduga bermasalah.

“Enggak tahu kenapa ini, wong Cak Nun yang naik panggung baru mulai kira-kira 45 menit tiba-tiba lampunya mati. Katanya dieselnya njebluk atau gimana,” ujar warga Blulukan, Colomadu, Sarimin, 60, ketika ditemui di sela-sela mendengarkan ceramah Cak Nun pada acara Grebeg Suran Baturan yang ke-15 di Lapangan Baturan.

Akibat oglangan itu panggung yang ditempati Cak Nun menjadi gelap, karena hanya mendapat penerangan samar-samar dari sebelah.

Kapolsek Colomadu, AKP Sentot Ambar Wibowo, yang ada di lokasi mengatakan guna menghidupkan kembali lampu dan sound system, panitia mencari diesel alternatif dari luar. Namun hingga pukul 22.30 WIB gangguan kelistrikan ini belum bisa diatasi dengan baik.

Untuk menenangkan sekitar 5.000-an penggemar Cak Nun yang datang dari berbagai daerah, pria berjuluk Kiai Mbeling yang naik panggung sekitar pukul 21.15 WIB itu tak kurang akal.

Dia dengan cepat bisa menguasai panggung dengan mengajak para pendukungnya menyanyi beberapa lagu anak-anak di antaranya Burung Kakak Tua, Topi Saya Bundar, dan sebagainya.

Serentak, ribuan penonton mengikuti arahan Cak Nun dengan menyanyi bersama, hingga tak terjadi kericuhan.

Sementara itu Ketua Panitia Grebeg Suran Baturan, Mustain, yang ditemui sebelumnya mengatakan Grebeg Suran ini sudah berlangsung selama 15 tahun.

Acara ini digelar untuk mengakomodasi warga masyarakat Baturan yang beranekaragam latar belakang ideologinya, supaya memiliki kegiatan bersama yaitu event untuk persaudaraan warga Baturan terutama ukhuwah islamiah.

Pada Sabtu (31/8/2019) sore pihaknya menggelar pawai taaruf menelusuri beberapa ruas jalan di Baturan sejauh kira-kira 1 kilometer.

Kemudian pada malam 1 Sura atau Sabtu malam pihaknya juga sudah menggelar doa akhir tahun dan awal tahun bersama dengan mengundang seluruh majelis  di Baturan. Majelis itu antara lain majelis zikir, majelis ilmu dan sebagainya diundang semua.

Harapan terkait penyelenggaraan kegiatan ini bisa membuat seluruh warga Baturan guyub rukun dan ayem tentrem. “Sebelum ayem tentrem itu ada guyub rukun,” kata Mustain.