Ada Proyek Rel, Jl. Ahmad Yani Kretek Bang Wonogiri Ditutup hingga 9 September 2019

Jl. Ir. Sukarno dekat patung Sukarno ditutup dan dialihkan ke Jl. dr. Wahidin depan kantor ATR/BPN Wonogiri, Selasa (3/9 - 2019). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
04 September 2019 11:20 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Jl. dr. Wahidin atau jalan depan kantor ATR/BPN Wonogiri menjadi dua arah dalam pengalihan arus lalu lintas akibat penutupan Jl. Ahmad Yani, tepatnya di kretek bang, yang terkena proyek pembangunan rel kereta api (KA).

Penutupan Jl. Ahmad Yani Wonogiri akan dilakukan hingga 9 September mendatang.

Pada rekayasa kali ini, Jl. dr. Wahidin depan kantor ATR/BPN diberlakukan menjadi dua arah dari semula satu arah. Di sepanjang jalan yang sama Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri memasangi rambu-rambu penunjuk jalan berlaku dua arah di kiri dan kanan jalan.

Arus dua arah ini berlaku sampai Alas Kethu. Dari Alas Kethu, lalu lintas diarahkan ke jalan samping Wisata Kota Kaki Gandul hingga tembus pertigaan Metro. Dari Metro, lalu diarahkan belok kanan ke arah RSUD dr. Soediran Mangun Suharso.

Salah satu pengguna jalan, Iwan Walyono, 37, mengatakan perubahan arus lalu lintas itu relatif lancar dan tidak banyak berpengaruh terhadap waktu tempuh. Ia sendiri merasa tidak kaget dengan perubahan itu lantaran cukup hapal dengan kondisi jalanan di Wonogiri.

“Di sepanjang jalan ada petugas yang mengarahkan pengendara. Jadi tidak bingung,” kata pria asal Sukoharjo yang hendak ke kawasan Kota Wonogiri, Selasa (3/9/2019).

Kepala Dishub Wonogiri, Ismiyanto, mengatakan rekayasa lalu lintas dari arah jembatan jurang Gempal sempat diarahkan melalui SMAN 1 Wonogiri seperti rekayasa pada saat Car Free Sunday (CFS).

Namun, hal itu justru membuat kendaraan besar ikut berputar melalui perempatan gudang seng. “Dari hasil evaluasi, kami kembalikan lagi dari arah timur ke patung Sukarno lalu belok ke Jl. dr. Wahidin,” ujar dia.

Ismiyanto menerangkan selama penutupan, sejumlah jalan-jalan alternatif boleh digunakan selama tidak bersinggungan dengan rekayasa lalin yang dibuat atau jalan yang ditutup.