PDAM Solo Akan Bangun Intake IPA Senilai Rp26 Miliar di Bengawan Solo

Penampakan tempuran Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo di Dukuh Nawud, Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (5/9 - 2019). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
10 September 2019 05:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Kota Solo berencana membuat Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Sungai Bengawan Solo. Hal ini untuk mengantisipasi pencemaran air baku PDAM oleh limbah alkohol seperti terjadi pada Kamis (5/9/2019) lalu.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Kota Solo, Tri Atmojo Sukomulyo, kepada Solopos.com, Senin (9/9/2019), mengatakan telah membuat detail engineering design (DED) dan telah dikirim ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo.

Anggaran untuk pembuatan intake itu diperkirakan butuh Rp26 miliar. Tri mengatakan intake lama ketika musim hujan masih bisa digunakan, tapi ketika musim kemarau seperti saat ini dan debit air Waduk Gajah Mungkur berkurang, PDAM Solo harus mengambil dari tepi hulu yang berjarak 1,3 kilometer dari intake lama di Kali Samin.

"Wali Kota Solo sangat mendukung rencana pembangunan Intake IPA baru itu dan menunggu anggaran 2020,” ujarnya.

Sementara itu, PDAM telah mengirim sampel air baku yang tercemar limbah alkohol ke Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta untuk mengetahui kandungannya.

PDAM Solo belum ada rencana untuk melaporkan hal itu ke pihak berwajib seperti saran Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Tri mengatakan hasil uji laboratorium yang dikirim baru itu akan keluar hasilnya sekitar tiga pekan lagi.

Menurutnya, pengujian itu menggunakan puluhan paramater untuk mengetahui secara pasti kandungan air yang diduga mengandung limbah alkohol itu.

“Kami tidak melapor ke pihak berwajib terkait persoalan pencemaran air ini, tapi kalau persoalan seperti pipa PDAM dirusak kami akan melapor,” ujarnya.

Ia menambahkan setelah menerima hasil laboratorium, PDAM Kota Solo akan merekomendasikan hasil itu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah. Hal itu dikarenakan pencemaran air di Sungai Bengawan Solo itu lintas wilayah tidak meliputi Kota Solo saja.

Sebelumnya, Perumda Air Minum Toya Wening terpaksa menghentikan operasional IPA Semanggi di Kecamatan Pasar Kliwon pada pekan lalu lantaran air bakunya berbau ciu. Operasional IPA Semanggi itu dihentikan selama lebih dari 12 jam.

Setelah kondisi air baku Sungai Bengawan Solo membaik, lebih jernih, dan tak lagi berbau, IPA Semanggi kembali dioperasikan. Petugas Intake IPA Semanggi, Purnomo, mengatakan limbah menjadi persoalan klasik saat musim kemarau. Debit air yang mengecil membuat tingkat kadar polutan bertambah.