Baru Sebulan Beroperasi, Bank Sampah Dinas PUPR Sragen Hasilkan Rp3,9 Juta

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menggunting pita untuk meresmikan Bank Sampah Mandiri di kompleks Kantor Dinas PUPR Sragen, Jumat (13/9/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
13 September 2019 16:35 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Bank Sampah Mandiri yang dikelola pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen yang baru sebulan beroperasi mampu menghasilkan pendapatan senilai Rp3,9 juta.

Pendapatan tersebut diperoleh dari hasil penjualan sampah seberat 1,5 ton selama Agustus. Bank Sampah Mandiri Dinas PUPR Sragen diresmikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, pada Jumat (13/9/2019).

Bupati berharap Bank Sampah Mandiri Dinas PUPR bisa menjadi pionir berdirinya bank sampah di kantor organisasi perangkat daerah (OPD) lain dan di lingkungan masyarakat.

“Harapannya kalau di semua dinas sudah ada bank sampah seperti ini untuk mengajak masyarakat nanti lebih mudah karena sudah ada contohnya. Nanti kami terbitkan surat edaran supaya masing-masing dinas dan perumahan yang cukup besar diimbau untuk memiliki bank sampah,” terang Bupati saat ditemui Solopos.com seusai meresmikan Bank Sampah Mandiri di Kantor Dinas PUPR Sragen.

Kepala Dinas PUPR Sragen Marija mengatakan kata mandiri digunakan karena bank sampah ini diharapkan bisa tetap beroperasi meski terjadi pergantian pucuk pimpinan OPD tersebut. Bank sampah ini dikelola seluruh pegawai Dinas PUPR dengan melibatkan warga sekitar sebagai mitra kerja.

“Perlu diketahui, kondisi TPA [tempat pembuangan akhir] Tanggan sudah sangat overload. Dengan mengelola bank sampah akan mengurangi pembuangan sampah yang dibuang ke TPA Tanggan. Tidak hanya itu, kita justru bisa mendapat tambahan penghasilan setelah menjual sampah-sampah itu,” ucap Marija.

Sekretaris Dinas PUPR Sragen Catur Jatmiko menambahkan sampah yang dikelola Bank Sampah Mandiri berjenis kardus, kertas, botol mineral, koran, besi, dan sampah lainnya.

Alur dari layanan bank sampah ini, pertama nasabah atau anggota datang dengan membawa buku tabungan dan sampah yang sudah dipilah dari rumah. Kedua, petugas mencatat jenis sampah yang dibawa nasabah.

Ketiga, sampah ditimbang sesuai jenisnya. Keempat, nasabah menyerahkan buku tabungan kepada bendahara supaya transaksi tercatat di buku besar. Kelima, nasabah pulang dengan membawa buku tabungan yang sudah terisi daftar nominal uang dan berat sampah yang dikirim.

“Saat ini sudah ada lima pegawai di Dinas PUPR Sragen yang menjadi pelopor berdirinya bank sampah di tempat tinggal masing-masing. Perumahan Puro Arsi merupakan salah satu mitra kerja dari Bank Sampah Mandiri Dinas PUPR Sragen,” terang Catur Jatmiko.